"Istri saya pernah bilang: 'Pak kamu cuma boleh 2 tahun jadi dirut PLN'. Tapi ternyata saya ditawari jadi menteri BUMN, dan saya membujuk istri saya, boleh nggak," kata Dahlan.
Ini diungkapkan Dahlan dalam peluncuran buku Dahlan itu di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (29/2/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi akhirnya saya meyakinkan istri dan boleh menjadi Menteri BUMN," cetus Dahlan dengan mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan sepatu kets kesayangannya.
Dalam kesempatan itu, sebagai bentuk rasa sayang, Dahlan pun memberi satu paket bunga kepada istrinya bernama Nafsiah yang juga hadir dalam acara tersebut.
"Ini pengalaman pertama saya kasih bunga ke istri. Karena saya bukan orang yang romantis," jelas Dahlan dalam acara yang juga dihadiri oleh mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK).
Adapun buku tersebut merupakan kumpulan tulisan Dahlan yang dia tulis tiap dua minggu dan disebar dalam situs PLN agar karyawan mengetahui pemikiran para direksi PLN. Dahlan mengakui harus menempuh cara komunikasi seperti ini karena sulit berkomunikasi dengan karyawan PLN yang jumlahnya 50 ribu.
Dahlan bercerita bagaimana saat dia menjadi dirut PLN ruangannya pernah digembok oleh para karyawannya. Namun saya terus sosialisasi di blog soal PLN untuk bisa berkomunikasi dengan para karyawan.
Acara peluncuran buku Dahlan Iskan tersebut sangat ramai dihadiri. Banyak pembeli yang datang untuk melihat sosok Dahlan dan meminta tanda tangan langsung dari Dahlan Iskan.
(dnl/hen)










































