PNS Dikejar-kejar Seperti Komunis Zaman Dulu

PNS Dikejar-kejar Seperti Komunis Zaman Dulu

Wahyu Daniel - detikFinance
Rabu, 07 Mar 2012 14:22 WIB
PNS Dikejar-kejar Seperti Komunis Zaman Dulu
Jakarta -

Belakangan ini terungkap banyak PNS yang berbisnis di luar pekerjaannya dan mempunyai uang banyak yang dicurigai dan jadi sasaran aparat. PNS dikejar-kejar seperti komunis zaman PKI.

Pengamat Ekonomi Dradjad Wibowo mengatakan, banyak alasan yang bisa menjadi dasar kenapa PNS tidak boleh berbisnis.

"Memang seharusnya PNS tidak berbisnis. Tapi kalau aparat sekarang mengejar-ngejar mereka seperti mengejar komunis pada zaman dulu, itu juga kelewatan," kata Dradjad kepada detikFinance, Rabu (7/3/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Dradjad, alasan PNS jangan berbisnis adalah karena bisnis memerlukan perhatian penuh. Sementara PNS digaji negara sebagai abdi negara, menjalankan fungsi pelayanan, fungsi regulator, fungsi pemeriksaan dan pengawasan, serta berbagai fungsi lainnya.

"Kalau dia (PNS) berbisnis, fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan maksimal. Jadi kalau PNS ya PNS, kalau bisnis ya bisnis," tegas Dradjad.

"Tapi aparat hukum juga berlebihan, kalau sekarang tiba-tiba mengejar-ngejar mereka seperti mengejar kriminal," ucap Dradjad.

Seperti diketahui setidaknya ada dua mantan pegawai Ditjen Pajak yang kini terlilit kasus hukum terkait rekening gendut PNS antara lain Dhana Widyatmika dan Ajib Hamdani. Dhana diduga memiliki rekening Rp 60 miliar lebih, sementara Ajib diduga memiliki rekening Rp 17 miliar, kedua-keduanya mengaku punya jaringan bisnis yang beragam.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads