Demikian disampaikan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun dalam pertemuan dengan sejumlah wartawan Rusia di Kantor Berita Rusia Ria Novosti (7/03/2012).
Dubes yang baru tiba di Moskow awal Pebruari itu menyampaikan beberapa target utama dalam hubungan bilateral RI-Rusia dalam tiga tahun ke depan. Target-target tersebut yaitu kemitraan di bidang politik, peningkatan perdagangan dan investasi, pariwisata dan pendidikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perekonomian kedua negara yang relatif stabil dan membaik di tengah krisis ekonomi global merupakan faktor penting bagi peningkatan kerjasama bidang ekonomi, perdagangan dan investasi.
Tidak sedikit pengusaha atau investor Rusia yang sudah melirik Indonesia untuk berbisnis dan berinvestasi, seperti di sektor infrastruktur, pertambangan dan migas. Sekarang tinggal bagaimana kedua belah pihak memanfaatkan peluang-peluang yang ada.
Jika semua pihak mampu memanfaatkan peluang yang ada, maka angka US$ 5 miliar tidak akan sulit dicapai, ujar Dubes seperti disampaikan Koordinator Fungsi Pensosbud dan Pendidikan M. Aji Surya dalam keterangan pers hari ini.
Di bidang pariwisata, Indonesia menjadi salah satu primadona destinasi wisata warga Rusia. Jumlah wisatawan Rusia ke Indonesia mencapai hampir 100 ribu orang (2011) dengan lama tinggal rata- rata 2 pekan. Jumlah tersebut dapat lebih ditingkatkan lagi mengingat sekitar 15 juta warga Rusia melancong ke luar negeri setiap tahunnya.
Menurut Dubes, tujuan-tujuan wisata tersebar luas di seluruh Indonesia dan tidak hanya di Bali, tetapi juga di wilayah-wilayah lainnya seperti Lombok, Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Maluku. Peranan media sangat penting untuk turut serta memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat Rusia.
Sementara itu, di bidang pendidikan, Rusia yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi tinggi dengan biaya pendidikan relatif murah dapat menjadi salah satu alternatif bagi mahasiswa- mahasiswa Indonesia untuk memperdalam ilmu pengetahuannya.
Jumlah 128 mahasiswa Indonesia di Rusia saat ini belum menunjukan jumlah maksimal dari jumlah warga negara Indonesia secara keseluruhan.
Ditekankan juga bahwa pasca kepemimpinan Indonesia tahun lalu, ASEAN kini memiliki kedekatan tersendiri dengan Rusia. Keadaan ini diperkirakan akan mendongkrak kerjasama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya.
Bersama-sama dengan Indonesia, Rusia dapat berkontribusi pada stabilitas politik dan keamanan di Asia Pasifik dan Asia Timur untuk keamanan, kestabilan dan kemakmuran bersama.
(es/es)











































