Presiden SBY, menganggap Widjojo memiliki andil, peran dan jasa. Khususnya pada masa pembangunan orde baru. SBY mengatakan Widjojo adalah perencana yang handal dan berkelas dunia.
"Pandangannya menjadi kebijakan pembangunan Indonesia di era itu. Sama seperti pak habibie di bidang teknologi," kata SBY di Rumah Duka, Gedung Bappenas, Jakarta Jumat (9/3/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan menteri era Soeharto ini meletakkan dasar pengembangan SDM melaui pendidikan, penelitian dan penciptaan lapangan kerja.
Ketua Umum Apindo, Sofjan Wanandi pun turut hadir. Menurutnya, Widjojo merupakan orang hebat. Ia mempersatuan perencanaan nasional jangka pendek dan panjang dalam waktu bersamaan.
Suksesnya Widjojo menjadi menteri juga tidak lepas dari dukungan penuh Soeharto. "Setelah itu ia baru masuk manufakturing. Semua industri mendukung satu sama lain," paparnya.
"Dia Dekan saya, waktu saya sekolah di UI. Dia seorang pemikir, dia otaknya memberikan semangat-semangat," paparnya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana menyebut, Widjojo menjadi peletak dasar pembangunan, termasuk pencetus rancangan Pembangunan Lima Tahun (Pelita) di periode kepemimpinan Soeharto.
"Bapak menjadi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, juga sekaligus menjadi Menko Ekuin pada 1973-1978 dan 1978-1983. Jadi sepaket. Bapak yang mencetuskan Pelita I dan seterusnya. Hingga tercapai swasemda, dimana pak Soeharto mendapat perhargaan oleh FAO," ucap Armida.
Martha Tilaar, pendiri PT Martina Berto Tbk (MBTO) juga memandang, Widjojo adalah sosok yang disiplin dan pekerja keras. "Bahkan beliau mendorong saya untuk meneruskan usaha, disaat suami saya diangkat menjadi eselon I," paparnya.
Menteri ESDM menambahkan, "saya berutang budi pada Widjojo karena telah mengajar saya dua mata kuliah. Widjojo berjasa besar hingga kami menikmati pembangunan mulai masa Soekarno, Soeharto. Dia ngomong serius, tapi sekali-kali lucu saat mengajar," tuturnya.
Selebritas Anang-Ashanty juga ikut dalam upacara tersebut. Anang mengaku masih kerabat Widjojo.
"Almarhum adalah om-nya Ashanty. Kakak mamanya Ashanty," tutur Anang.
Anang dan Ashanty mengaku, sebelum meninggal dunia dirinya sempat menjenguk Alm Widjojo di rumah sakit. "Kami dekat, namun sudah hampir setahun jarang ketemu. Almarhum sangat pinter. Saya bangga dengan om saya," imbuh Ashanty.
(wep/dru)











































