"Kita salah arena di Timur Tengah. Kita babak belur," kata Dahlan di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (13/2/2012).
Meski demikian jika salah satu BUMN ngotot melakukan ekspansi ke Timteng, Dahlan memberi banyak syarat. Di antaranya, marjin yang dijanjikan lebih baik, dengan risiko yang lebih kecil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, arahan Kementerian BUMN yaitu untuk melakukan ekspansi ke luar negeri hendaknya memilih di kawasan regional. Persis apa yang digagas Dahlan, dengan mengajak BNI, Pertamina, dan Wijaya Karya untuk membuka kantor di Myanmar.
"Kalau Myanmar, kita ada solidaris. Memang (ekspansi) jangan jauh-jauh dulu. Harus realistis, mudah dijangkau dan dikontrol," tegasnya.
"Untuk kerjasama harus ada take and give. Di Timur Tengah kita yang kasih uang, padahal dia sudah kaya," imbuh Dahlan.
(wep/dnl)











































