Atasi Macet di Pintu Tol, Dahlan Iskan Pernah 'Jualan' e-Toll Card

Atasi Macet di Pintu Tol, Dahlan Iskan Pernah 'Jualan' e-Toll Card

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 20 Mar 2012 14:37 WIB
Atasi Macet di Pintu Tol, Dahlan Iskan Pernah Jualan e-Toll Card
Jakarta -

Pagi ini Menteri BUMN Dahlan Iskan mengamuk di pintu tol karena macet akibat pintu tol tidak dibuka penuh. Dulu Dahlan pernah mengkampanyekan penjualan e-Toll card untuk mengurangi macet ini.

E-Toll Card terbitan Bank Mandiri ini pernah dipromosikan besar-besaran oleh Dahlan guna mengurangi antrean di pintu tol.

"Jadi biar nggak ada antrean di pintu masuk itu e-toll card Bank Mandiri harus dipromosikan besar-besaran," kata Dahlan Januari lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dahlan menjelaskan, hingga akhir Juni 2012 Bank Mandiri menargetkan penjualan 650 ribu kartu e-toll card, atau sekitar 25% dari seluruh pengguna jalan tol.

"Kalau target tercapai cita-citanya nanti masuk gerbang tol nggak antre bisa terwujud," kata Dahlan.

Sekarang ini, sambung Dahlan lagi dirinya membuat program untuk menambah pintu tol khusus untuk e-toll card. Tender akan diadakan dalam waktu dekat.

"Penambahan pintu khusus e-toll card di gerbang ada 50 gerbang di Jakarta. Ditargetkan Maret 2012 selesai," jelasnya.

"Untuk mendukung itu nanti akan diadakan promosi besar-besaran. Salah satunya nanti promosi itu berhadiah macam-macam. Termasuk gratis masuk tol selama satu bulan," jelas Dahlan kembali.

Bahkan Dahlan pernah mengatakan dirinya bersama seluruh Direksi Bank Mandiriakan menjadi marketingnya dengan menjual e-toll card di tol-tol.

Dahlan juga pernah menjanjikan hadiah langsung berupa Blackberry atau iPad untuk setiap pembelian e-Toll Card. Ini akan dilakukan saat dia langsung turun ke jalan menjual produk Bank Mandiri tersebut.

Bisakah e-Toll Card mengurangi macet di pintu tol?

Beberapa pembaca detikFinance menyatakan, e-Toll card memang menjadi terobosan untuk mengurangi macet di pintu tol yang kerap kali terjadi dan memakan waktu. Padahal pengguna tol mesti mengeluarkan uang.

"Peristiwa hari ini biarlah menjadi shock therapy buat Jasa Marga, dan juga perusahaan pengelola jalan tol lainnya. Tetapi kedepannya harus ada solusi terkait antrean di gerbang tol. Saya sendiri sering antre di gerbang tol JORR TB Simatupang (Depan Gedung Aneka Tambang dan Depan Gedung Kantor Arcadia). Kendaraan bukan hanya antre, tetapi juga saling serobot sehingga rawan kecelakaan," ujar Wirasno seorang penguna tol.

Penggunaan e-Toll card menurut Wirasno dapat menjadi alternatif solusi karena selama ini kadang proses transaksi menjadi lama karena petugas sibuk cari uang kembalian. "Mungkin Jasa Marga bisa kerjasama dengan Bank Mandiri untuk program diskon tarif tol 10% sampai dengan 15% jika menggunakan e-Toll Card," tukas Wirasno.

Sementara itu, pengguna jalan tol lainnya Willy Juanda mengatakan saat ini tidak zaman lagi transaksi di gerbang pintu tol menggunakan transaksi tunai.

"Menurut saya, sudah saatnya menerapkan sistem baru seperti yang dilakukan Sydney, Australia. Setiap mobil yang lewat tidak perlu bayar tol secara tunai, dan tidak perlu memperlambat atau berhenti untuk melakukan transaksi. Karena sudah pakai sistem sensor tag," kata Willy.

(dnl/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads