"Yang jadi pertanyaan adalah, e-Toll merupakan konsep pembayaran tol diberbagai negara maju, karena saat ini di negara lain pembayaran secara tunai tidak diterapkan lagi, tapi kok di Indonesia kurang diminati," kata anggota Harian YLKI Tulus Abadi ketika dihubungi detikFinance, Rabu (21/3/2012).
Menurut Tulus, e-Toll merupakan salah satu instrumen mengurangi kepadatan di pintu tol. Namun peminatnya belum terlalu banyak, sering dijumpainya pintu tol otomatis (e-toll) sepi dari lalu lintas kendaraan yang akan masuk tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulus menanyakan mengapa bisa terjadi monopoli dalam penyelenggaraan e-Toll Card. Pertanyaan ini bisa memunculkan jawaban apakah bank lain kalah tender atau apakah bank lain tidak berminat "Kalau ternyata banyak bank lain justru antusias, tapi dimonopoli, nah kalau ini yang terjadi justru ini yang kita kritik," ujarnya.
Dikatakannya jika makin banyak pemain e-Toll, maka pelayanan operator akan makin bersaing, dan konsumen yang akan menikmatinya.
"Tentunya kalau sudah konsumen yang jadi 'raja' saya yakin jumlah peminat e-Toll akan semakin banyak, karena faktanya memudahkan konsumen, kan konsumen tidak perlu repot siapkan uang tunai, jalurnya khusus lagi dan jarang ada antrean," tandas Tulus.
(rrd/hen)











































