Kepala BPJT Ahmad Gani Ghazali mengatakan saat ini standar pelayanan dalam antrean tol hanya mengatur soal berapa lama waktu kendaraan dalam setiap transaksi. Batas waktu yang bisa ditolerir adalah 5-10 detik per transaksi.
"Agak susah sebetulnya kita mengatur panjang antrean, agak sulit di lapangan pun sulit. Kalau sekarang kita tetapkan antrean 5-10 detik. Nah kalau nanti terjadi panjangan 15, apa sanksinya? Karena itu kan fluktuatif, kendaraan itu kan pagi tinggi, menuju siang turun sore naik lagi malam nggak ada. Ya kan fluktuatif," katanya di kantor PU, Jakarta, Kamis (22/3/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu Gani menambahkan penggunaan e-Toll card akan mengurangi beban pintu masuk tol. Penambahan gardu atau loket pun tak mudah dilakukan karena menyangkut ketersedian lahan.
"Sekarang gini mau tol dalam kota ini ditambah berapa, arahnya kemana, kan kiri kanan jalan, mau ke depan harus pembebasan tanah, di tol Gatot Subroto tengah kota membebaskan lahan apa bisa. Kan nggak bisa, pakai tandem, tandem juga ada batasannya," katanya.
Selasa kemarin (20/3/2012), Dahlan Iskan melakukan aksi heboh dengan membuka paksa pintu tol Senayan yang belum juga beroperasi. Mantan Dirut PLN ini gerah, karena antrean yang panjang. Imbauan untuk mengurai kemacetan di pintu tol sejatinya telah dilakukan Dahlan tiga bulan lalu.
Dahlan mengaku, setiap menemukan pintu tol yang antreannya panjang, ia pun mengirimkan pesan singkat alias short message service (SMS) kepada direksi BUMN tol tersebut. Namun hingga peristiwa hari itu, Dahlan sudah kehilangan kesabaran dengan kinerja Jasa Marga.
(hen/dnl)











































