Standar Antrean di Tol Idealnya 5-10 Detik Per Transaksi

Standar Antrean di Tol Idealnya 5-10 Detik Per Transaksi

- detikFinance
Kamis, 22 Mar 2012 18:45 WIB
Standar Antrean di Tol Idealnya 5-10 Detik Per Transaksi
Jakarta - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) belum akan membuat aturan batasan panjang antrean di pintu tol sebagai bagian dari standar layanan. Kenyataannya di lapangan arus kendaraan sangat fluktuatif, sehingga panjang antrean sulit diterapkan sebagai standar layanan tol.

Kepala BPJT Ahmad Gani Ghazali mengatakan saat ini standar pelayanan dalam antrean tol hanya mengatur soal berapa lama waktu kendaraan dalam setiap transaksi. Batas waktu yang bisa ditolerir adalah 5-10 detik per transaksi.

"Agak susah sebetulnya kita mengatur panjang antrean, agak sulit di lapangan pun sulit. Kalau sekarang kita tetapkan antrean 5-10 detik. Nah kalau nanti terjadi panjangan 15, apa sanksinya? Karena itu kan fluktuatif, kendaraan itu kan pagi tinggi, menuju siang turun sore naik lagi malam nggak ada. Ya kan fluktuatif," katanya di kantor PU, Jakarta, Kamis (22/3/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan masalah antrean di pintu tol masalah dasarnya adalah soal sistem jaringan jalan di luar tol. Sekarang kalau sistem jaringan jalannya sudah bagus kemudian angkutan umumnya sudah bagus, otomatis kan kendaraan berkurang kalau kendaraan berkurang kan antrean berkurang," katanya.

Selain itu Gani menambahkan penggunaan e-Toll card akan mengurangi beban pintu masuk tol. Penambahan gardu atau loket pun tak mudah dilakukan karena menyangkut ketersedian lahan.

"Sekarang gini mau tol dalam kota ini ditambah berapa, arahnya kemana, kan kiri kanan jalan, mau ke depan harus pembebasan tanah, di tol Gatot Subroto tengah kota membebaskan lahan apa bisa. Kan nggak bisa, pakai tandem, tandem juga ada batasannya," katanya.

Selasa kemarin (20/3/2012), Dahlan Iskan melakukan aksi heboh dengan membuka paksa pintu tol Senayan yang belum juga beroperasi. Mantan Dirut PLN ini gerah, karena antrean yang panjang. Imbauan untuk mengurai kemacetan di pintu tol sejatinya telah dilakukan Dahlan tiga bulan lalu.

Dahlan mengaku, setiap menemukan pintu tol yang antreannya panjang, ia pun mengirimkan pesan singkat alias short message service (SMS) kepada direksi BUMN tol tersebut. Namun hingga peristiwa hari itu, Dahlan sudah kehilangan kesabaran dengan kinerja Jasa Marga.
(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads