Minimnya penggunaan e-Toll tidak hanya terjadi di ruas tol milik BUMN, PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Namun juga operator tol swasta. PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) operator lingkar dalam kota Jakarta (JUIT) mengaku penggunaan e-Toll hanya 10%-11% dari total transaksi.
"Jasa layanan e-payment harus banyak penggunannya. Saat ini masih 10%-11%," kata Direktur Operasional Citra Marga, Hudaya Arryanto, Selasa (10/4/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggunaan e-Toll baru 10,5% dari total pengguna. Jauh dari harapan. Namun ada angka yang jauh lebih baik, yakni di (pintu tol) Pondok Ranji yang mencapai 20%," kata Direktur Utama JSMR, Adityawarman beberapa waktu lalu.
Jauh hari, Menteri Dahlan Iskan telah mengultimatum Bank Mandiri untuk menggenjot pemasaran e-Toll. "Saya setuju kalau dibuka untuk semua bank penjualan e-Toll Card akan lebih cepat. Tapi beri waktu dulu pada Bank Mandiri untuk membuktikan diri," tegasnya.
"Mereka (Bank Mandiri) menyanggupi. Waktu itu rasanya dijanjikan bulan April bergerak cepat," imbuhnya.
Dengan membuka pengelolaan e-Toll selain Bank Mandiri, juga diakui oleh Adit. "Seperti yang disampaikan Pak Dahlan, memang kalau (pengeolaan) e-Toll card dibuka kepada bank lain maka kepemilikan menjadi lebih besar," pungkasnya.
(wep/hen)











































