Program ini untuk meningkatkan akses layanan air bersih dan juga meningkatkan kinerja PDAM untuk menghemat energi.
"Dengan membantu Pemda dan PDAM memperluas layanan air perpipaan ke rumah warga Indonesia, dan Amerika berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan warga berpenghasilan rendah," ujar Direktur USAID Indonesia Glenn Anders, Rabu, Jakarta, (11/4/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akses terhadap air bersih dan sanitasi dasar merupakan elemen penting dalam memerangi kemiskinan, ketidaksetaraan, dan penyakit," papar Glenn.
IUWASH mencatat biaya untuk kebutuhan energi PDAM adalah sekitar 30% dari total biaya operasional. Program ini bekerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum, Dirjen Cipta Karya, USAID IUWASH sedang melakukan audit energi untuk 3 PDAM di Kabupaten Gresik, Lamongan, dan Karawang. Dan juga 2 PDAM di kota Surakarta dan Semarang.
Hal ini didukung penuh oleh Pemda dan pihak pengelola PDAM itu sendiri. Misalnya Direktur PDAM kabupaten Gresik Muhammad menyadari pentingnya efisiensi energi untuk meningkatkan kualitas operasional PDAM. Dia menuturkan hasil dari audit energi yang dilakukan akan dipakai untuk acuan kinerka PDAM ke depannya.
"Upaya ini harus terus dilakukan guna mencapai kinerja yang diharapkan," ungkap Muhammad.
(zlf/hen)











































