Pada acara tersebut membahas sektor peternakan dan pertanian, energi, serta pendidikan dan kesehatan di Indonesia dan New Zealand.
"Hari ini kita banyak berbicara masalah-masalah ekonomi. Khususnya menyangkut peluang bisnis. Kami juga membahas sektor peternakan dan pertanian, energi khususnya geothermal (tenaga panas bumi) serta pendidikan dan kesehatan. Tapi ini (pertemuan) tidak bicara business model. Filosofinya (perjanjian) adalah bagaimana memperkuat hubungan ke dua negara," kata Chairul Tanjung kepada para wartawan, Senin (16/4/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita bicarakan tentang peternakan, karena kita masih kekurangan pasokan daging sapi dan kambing. Supaya petani (peternak) kita juga bisa meningkatkan kualitas daging dan susunya, juga bisa transfer teknologi dalam meningkatkan kualitas peternakan kita," katanya.
Menyangkut sektor energi, pemilik CT Corp ini banyak menjelaskan mengenai pemanfaatan sektor energi geothermal di Indonesia.
"Untuk geothermal. Lebih dari 90% potensi gethermal di dunia ada di Indonesia. Tapi negara paling banyak menggunakan geothermal ialah New Zealand. Paling tidak nanti ada bantuan teknis dan investasi dari New Zealand," tambahnya.
Sedangkan soal pendidikan dan kesehatan, CT menyebutkan ini merupakan peluang yang baik untuk dikembangkan antar kedua negara.
"Terkait kerjasama pendidikan dan kesehatan. Khususnya pendidikan, mereka memiliki universitas terbaik di dunia. Tadi dia (PM New John Key) bilang akan meningkatkan kapasitas beasiswa," jelas Chairul.
(feb/hen)











































