Bosan Hadapi Krisis, Investor Yunani 'Lari' ke Bulgaria

Bosan Hadapi Krisis, Investor Yunani 'Lari' ke Bulgaria

Metta Pranata - detikFinance
Jumat, 04 Mei 2012 16:47 WIB
Bosan Hadapi Krisis, Investor Yunani Lari ke Bulgaria
Jakarta - Krisis ekonomi yang menimpa Yunani mungkin berdampak negatif terhadap Eropa, tapi ada satu negara yang justru mendulang keuntungan dari masalah tersebut. Investor Yunani kini mulai melirik negara tetangga Bulgaria sebagai tempat potensial untuk menanamkan uang mereka.

“Ini untuk alasan yang menyedihkan tapi sebenarnya terjadi. Bahkan banyak warga Yunani yang sudah memindahkan dana mereka ke Bulgaria. Tindakan yang jelas-jelas menghindari resiko jika Yunani keluar dari Uni Eropa,” kata Georgy Ganev, ekonom dari Center for Liberal Strategies, seperti dilansir dari CNN (4/5/2012).

Keluar dari Uni Eropa adalah solusi bagi masalah ekonomi Yunani. “Yunani harus keluar dari Uni Eropa, menjadi lebih kompetitif dan mendevaluasi mata uangnya. Program penghematan anggaran sudah menghancurkan negara itu,” kata analis pasar Louise Cooper dari BGC Parners.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tindakan yang dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi Yunani ternyata malah berdampak pada penurunan standar hidup dan menambah tekanan pada pemerintahan sementara. Siapa pun yang memenangkan pemilu 6 Mei nanti, pemerintah harus menerapkan program penghematan lebih lanjut. Sesuai persyaratan dari Uni Eropa dan IMF, Yunani yang sudah menerima dana bailout itu harus menghemat 5.5% dari GDP atau sekitar US$ 14.4 miliar (Rp 131 triliun) dan menerima tambahan pendapatan US$ 4.4 miliar (Rp 40 triliun) dari pajak.

Kini para pebisnis Yunani mengincar Bulgaria karena pajak dan upah tenaga kerja di sana lebih rendah juga pasarnya lebih kompetitif. Staff Jeans merupakan salah satu perusahaan Yunani yang mulai bergerak ke Bulgaria.

Sebagian produksi Staff Jeans sudah dipindahkan ke Bulgaria. Namun setelah penjualan di negara asalnya merosot 40%, mereka memutuskan untuk memindahkan seluruh produksinya ke Bulgaria. Supaya lebih kompetitif di pasar Eropa, mereka harus mengurangi beban produksi.

“Apa yang terjadi di Yunani saat ini adalah tragedi. Kami kehilangan banyak pendapatan dan di waktu bersamaan harus mengeluarkan beban produksi lebih besar karena harus membawa barang kami bolak balik antara Yunani dan Bulgaria,” kata Joseph Komninakidis dari Staff Jeans.

Bukan hanya pebisnis yang bergerak namun investor pribadi juga. Broker real estate sudah melihat ada pergerakan arus masuk pembeli dari Yunani. “Tidak terlalu jauh bagi mereka untuk bepergian,” kata Boyko Boykov dari B&H Real Estate. Menurutnya, harga dan lokasi properti di Bulgaria menarik bagi investor Yunani.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads