"Garuda tidak membeli Sukhoi, yang mereka beli dari Kanada (Pesawat Bombardier)," kata Menteri BUMN, Dahlan Iskan, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Tipe pesawat terbang buatan Kanada yang dibeli Garuda, spesifikasinya kurang lebih mirip dengan Sukhoi SuperJet 100. Pesawat berdaya angkut penumpang hingga 100 orang tersebut untuk keperluan melayani jalur jarak menengah dengan lama pernerbangan hingga 4 jam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sukhoi SuperJet 100 merupakan produk hasil kerjasama antara perusahaan dirgantara Rusia dengan Boeing (AS) dan Airbus (Eropa). Desain pesawat digarap oleh Boeing, sedangkan sistem avionik serta kendali fly by wire dari Airbus.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada dua maskapai penerbangan nasional telah memesan Sukhoi SuperJet 100 yang harga per unitnya USD 31-35 juta. Yaitu PT Sky Aviation sebanyak 12 unit dan Kartika 30 unit.
Pesawat yang jatuh di tebing puncak Gunung Salak pada Rabu 9 Mei 2012, sedang dalam melakukan joy flight untuk keperluan promosi. Pesawat yang mengangkut 45 penumpang itu telah ditemukan dalam kondisi berkeping-keping.
(lh/hen)











































