Melihat Spirulina Lokal Dikembangkan untuk Suplemen dan Kosmetik

Foto Bisnis

Melihat Spirulina Lokal Dikembangkan untuk Suplemen dan Kosmetik

Tripa Ramadhan - detikFinance
Jumat, 17 Jul 2026 23:00 WIB

Semarang - Spirulina menjadi komoditas bernilai tambah yang terus dikembangkan di Semarang. Budidayanya memasok bahan baku untuk industri kesehatan, pangan, dan kosmetik.

Pekerja memanen alga jenis Spirulina di fasilitas budidaya Albitec, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Fasilitas budidaya Albitec mengembangkan Spirulina air tawar melalui sistem budidaya berkelanjutan dengan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan biomassa berkualitas tinggi sebagai bahan baku suplemen kesehatan, pangan fungsional, kosmetik, dan pakan yang dibudidayakan selama sekitar 7–14 hari dengan produktivitas 20–30 kilogram biomassa basah per kolam berkapasitas 21 ribu liter, kemudian diolah menjadi produk bernilai tambah dengan harga jual sekitar Rp100 ribu per 100 gram. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pekerja memanen alga jenis spirulina di fasilitas budidaya Albitec, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Spirulina dibudidayakan menggunakan sistem berkelanjutan untuk menghasilkan biomassa berkualitas tinggi. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pekerja memanen alga jenis Spirulina di fasilitas budidaya Albitec, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Fasilitas budidaya Albitec mengembangkan Spirulina air tawar melalui sistem budidaya berkelanjutan dengan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan biomassa berkualitas tinggi sebagai bahan baku suplemen kesehatan, pangan fungsional, kosmetik, dan pakan yang dibudidayakan selama sekitar 7–14 hari dengan produktivitas 20–30 kilogram biomassa basah per kolam berkapasitas 21 ribu liter, kemudian diolah menjadi produk bernilai tambah dengan harga jual sekitar Rp100 ribu per 100 gram. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Dalam siklus budidaya sekitar 7–14 hari, setiap kolam mampu menghasilkan 20–30 kilogram biomassa basah yang kemudian diolah menjadi produk bernilai tambah dengan harga jual sekitar Rp100 ribu per 100 gram. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Pekerja memanen alga jenis Spirulina di fasilitas budidaya Albitec, Gunungpati, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2026). Fasilitas budidaya Albitec mengembangkan Spirulina air tawar melalui sistem budidaya berkelanjutan dengan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan biomassa berkualitas tinggi sebagai bahan baku suplemen kesehatan, pangan fungsional, kosmetik, dan pakan yang dibudidayakan selama sekitar 7–14 hari dengan produktivitas 20–30 kilogram biomassa basah per kolam berkapasitas 21 ribu liter, kemudian diolah menjadi produk bernilai tambah dengan harga jual sekitar Rp100 ribu per 100 gram. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Alga air tawar tersebut diolah menjadi bahan baku suplemen kesehatan, pangan fungsional, kosmetik, dan pakan. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar  

Melihat Spirulina Lokal Dikembangkan untuk Suplemen dan Kosmetik
Melihat Spirulina Lokal Dikembangkan untuk Suplemen dan Kosmetik
Melihat Spirulina Lokal Dikembangkan untuk Suplemen dan Kosmetik
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads