Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (11/5/2012).
"Konsinyering, diminta sekarang di dalam kantor. Kepada yang bersangkutan akan diberikan tambahan biaya supaya dia pas pulang malam kan bisa naik taksi, makan. Tapi tidak lagi di hotel, tapi saat keadaan tertentu masih dapat dilakukan dengan pertimbangan khusus," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menteri Keuangan meminta mencoba untuk dilakukan uji coba yang diterapkan di Kemenkeu. Tim boleh saja mau ikut berapa saja tetapi yang dibayar itu diberikan batas. Kalau eselon 1, eselon 2 itu 2, kalau eselon 3 ke bawah 3 tim saja yang dibayar. Tapi dalam hal dirasakan memang lebih dari itu maka itu harus dimintakan persetujuan ke Menteri Keuangan melalui Sekjen," jelasnya.
Dengan adanya upaya tersebut, Badaruddin mengharapkan sekitar 10% anggaran belanja pemerintah dapat dihemat. "Mudah-mudahanlah, untuk sementara ini kita targetkan 10 persen, tapi kalau lebih dari itu Alhamdulillah," ujarnya.
Mengenai program-program penghematan itu, Badaruddin menyatakan akan diawasi oleh pimpinan satuan kerja.
"Secara fungsional itu kan diawasi oleh biro umum. Kegiatan rutin dia untuk berikan imbauan kepada pimpinan-pimpinan satuan kerja untuk lakukan penghematan," tandasnya.
Konsinyering adalah pengumpulan/proses mengumpulkan pegawai di suatu tempat (hotel, penginapan, ruang rapat lainnya) untuk menggarap pekerjaan secara intensif yang sifatnya mendesak, harus segera selesai dan tidak dapat dikerjakan di kantor serta dilarang meninggalkan tempat kerja selama kegiatan berlangsung.
(nia/dnl)










































