"Menghadapi AEC 2015 perbankan Indonesia perlu membentuk kinerja keuangan yang baik dan tata kelola perusahaan yang baik," ungkapnya di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (14/5/2012).
Muliaman juga menjelaskan jika hal tersebut dipersiapkan dengan baik, perbankan di Indonesia tidak hanya kuat dalam kondisi keuangan tetapi kuat juga dalam tata kelola perusahaan. Selain itu Muliaman menjelaskan untuk perbankan Indonesia sebenarnya sudah siap menghadapi AEC 2015 dan ASEAN Banking Framwork 2020 karena kondisi perbankan Indonesia yang tumbuh baik setiap tahunnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman juga menjelaskan, Perbankan di ASEAN perlu mempersiapkan 3 hal untuk menghadapi ASEAN Banking Framework tahun 2020, yaitu:
- Perlunya pembangunan capacity building dalam peningkatan kualitas sumberdaya manusia perbankan ASEAN.
- Harmonisasi aturan berupa keseragaman aturan perbankan di ASEAN supaya tidak ada satu negara yang memiliki aturan perbankan yang terbuka seperti Indonesia dan aturan perbankan yang masih tradisonal atau tertutup seperti Myanmar.
- Pembangunan infrastruktur financial seperti penerapan standar IFRS di dunia perbankan.











































