Sekarang harga emas berada di kisaran US$ 1.560 per troy ons. Turun 13% dari level tertinggi tahun ini yakni US$ 1.800 pada Maret lalu. Harga emas sekarang mengalami sedikit penurunan dari periode tahun lalu.
Untuk para investor yang melihat emas sebagai nilai tukar alternatif, percaya kalau harga logam harus naik berkat kekacauan di Eropa dan khawatir euro akan babak belur kalau Yunani keluar dari Uni Eropa, silakan berpikir ulang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Inflasi terjadi karena jumlah pengangguran yang cukup signifikan. Namun kasus untuk (penurunan harga) emas berbeda. Saat ini emas bukan pilihan investasi ideal," kata Barry Ritholtz, CEO Fusion IQ–firma riset berbasis di New York, seperti dikutip dari CNN (15/5/2012).
Emas mencapai nilai tertingginya sepanjang masa (tidak disesuaikan dengan inflasi) yakni US$ 1.920 per troy ons pada September lalu. Ini tak lama setelah peringkat kredit AS dipotong oleh S&P akibat kekacauan plafon utang di Capitol Hill.
Saat itu juga, permintaan obligasi AS sangatlah tinggi. Hasil treasury 10 tahun juga mendekati titik terendah sepanjang masa (harga obligasi dan tingkat suku bunga bergerak ke arah yang berlawanan). Jadi, musim gugur lalu dianggap sebagai masa-masa jaya emas sebagai pilihan investasi paling ideal.
Cameron Brandt, direktur riset EPFR Global, sebuah firma di Boston yang melacak aliran reksadana mencatat ada peningkatan jumlah penebusan emas yang cukup stabil dalam beberapa pekan terakhir. “Orang-orang mulai melirik kembali ke dana tunai. Akibat krisis Eropa, ada sebagian investor yang ingin investasi likuid untuk menghindari resiko lebih buruk dan mencoba peruntungan lain,” kata Brandt.
Investor di penambang emas sepertinya mengalami penurunan harga lebih tajam. Market Vectors Gold Miners ETF (GDX) yang memiliki saham penambang-penambang utama seperti Barrick Gold (ABX), Goldcorp (GG) dan Newmont Mining (NEM, Fortune 500) mengalami penurunan hampir 20% tahun ini.
Menurut Ritholtz, punya sedikit investasi emas tidak ada salahnya. Harga emas akan naik ketika dolar AS melemah dan kekhawatiran inflasi meningkat. Namun Ritholtz menekankan, logam tidak mudah untuk dinilai seperti saham dan obligasi.
“Banyak investor memuja emas dan percaya bahwa harga emas tidak akan pernah turun. Emas tidak punya penghasilan dan tidak memberi bunga. Emas hanyalah logam berkilau yang dinilai berdasarkan tingkat kelangkaan relatif dan seharusnya diperdagangkan menurut suplai dan permintaan,” kata Ritholtz.
Emas adalah sebuah komoditas dan bukan nilai tukar mata uang. Harga logam terutama emas yang penggunaan komersialnya termasuk sedikit dibanding logam lain mudah terpengaruh permintaan konsumen. Jadi tidak heran kalau harga emas sekarang sedang jatuh.
(ang/ang)











































