Sudah Waktunya Uni Eropa Bubar

Sudah Waktunya Uni Eropa Bubar

- detikFinance
Selasa, 15 Mei 2012 15:32 WIB
Sudah Waktunya Uni Eropa Bubar
Jakarta - Jika negara-negara Eropa tidak siap untuk membantu sesama anggota Uni Eropa, mungkin sebaiknya mereka menghapus konsep satu mata uang bersama. Itulah salah satu komentar terpedas yang dilontarkan Menteri Keuangan Kanada Jim Flaherty menanggapi isu krisis Eropa.

Komentar itu diutarakan Flaherty dalam konferensi pers di House of Commons, Parliament Hill, Ottawa kemarin.

“Masa depan seluruh negara anggota Uni Eropa sedang dipertaruhkan. Mereka harus menunjukkan keberanian, berbuat benar. Gunakan sebagian uang penyetor pajak untuk membantu negara yang lebih lemah. Atau sekalian saja keluar dari zona Eropa,” kata Flaherty kepada stasiun televisi CTV, seperti dikutip dari Financial Post (15/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Flaherty yang sering berkomentar pedas mengenai incrementalism Eropa juga memprediksi restrukturisasi tak teratur di Uni Eropa jika pemilih Yunani menolak bailout negaranya baru-baru ini.

“Jika pemilih Yunani menolak perjanjian yang sudah ditandatangani dan melibatkan penghematan untuk pemerintah Yunani yang tidak ada saat ini, berarti mereka akan menunjukkan pilihan,” kata Flaherty dalam wawancara terpisah dengan CBC TV.

“Pilihan itu berarti harus ada restrukturisasi dalam Uni Eropa dan tidak baik untuk pasar serta sistem perbankan di seluruh dunia. Namun eksposur bank Kanada terhadap Eropa relatif kecil,” lanjut Flaherty.

Dia juga merasa tidak yakin Italia dan Spanyol bisa berhasil karena warganya menolak reformasi ekonomi yang direncanakan pemerintah.

Perbankan, anggaran dan perekonomian Kanada berhasil melalui krisis keuangan 2007-2009 dalam kondisi lebih baik dibandingkan negara maju lainnya. Flaherty juga kerap mendesak Eropa supaya bertindak lebih gesit dan komprehensif.

Ketika ditanya apakah Uni Eropa harus berhenti menggunakan dana talangan IMF, inilah jawaban Flaherty.

“Jelas ada pertanyaan besar di sini. Apakah negara yang relatif kaya mau menggunakan uang dari penyetor pajaknya untuk membantu sesama anggota Uni Eropa? Kami tidak mendukung adanya tambahan dana bantuan dari IMF karena uang itu digunakan untuk menyelamatkan negara yang sebenarnya bisa menangani masalah mereka sendiri,” kata Flaherty.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads