Salah satu petani di Wonosobo, Nurohim mengaku memiliki masalah tanah dengan PTPN IX. Lahan milik Nurohim dan petani lainnya masih digarap PTPN IX walaupun Nurohim sudah memenangkan perkara tanah tersebut. Bahkan tanaman miliknya dirusak PTPN IX sehingga menimbulkan kerugian besar.
"Masalahnya sudah final, awalnya kami kalah di PN (pengadilan negeri) lalu banding di PT (pengadilan tinggi), selanjutnya kasasi dan menang, namun PTPN tidak PK," aku Nurohim dalam acara talkshow 'Seminar Nasional Biogasdigester Rumah Solusi Alternatif atas Energi Nasional Pro Rakyat dan Ramah Lingkungan' di Jalan Jafar Shodiq, Kalibening, Tingkir, Salatiga, Selasa (15/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang aset itu sudah masuk aset negara, biasanya direksinya tidak mau melepas karena takut disangka menghilangkan aset negara," jawab Dahlan.
"Saya akan lihat, saya belum tahu masalah ini," imbuhnya.
Selain itu Nurohim juga membeberkan perlakuan PTPN IX terhadap tanaman miliknya yang dirusak sehingga menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi para petani.
"Kerugian kami besar dan berdampak pada anak-anak petani yang tidak bisa sekolah," keluhnya.
Mendengar pengakuan Nurohim soal pengerusakan yang dilakukan PTPN IX, Dahlan tersentak kaget dan menyarankan Nurohim untuk mengambil jalur hukum.
"Gugat saja buat yang merugikan. Proses hukum saja," kata Dahlan tegas.
Selain Nurohim, beberapa petani juga mengeluarkan uneg-unegnya kepada Dahlan. Kebanyakan dari mereka mengeluhkan soal pupuk yang harganya semakin memberatkan petani.
"Pupuk saat ini masih banyak diimpor, tapi tahun depan Insya Allah sudah dari Indonesia. Saat ini sudah dihasilkan dan sedang diuji coba," ungkap Dahlan.
Dalam kunjungan ke Jawa Tengah tersebut, Dahlan mengaku mendapat telepon dari Istana, namun ia rela menunda panggilan dari Istana tersebut untuk menghadiri talkshow bersama petani di Salatiga.
(alg/dnl)











































