"Kalian tahu nggak setahun berapa penumpang kereta api? 200 juta orang, 20 juta ton barang, apa nggak mumet itu," kata Direktur Utama PT KAI Ignasius Jonan kepada detikFinance yang dikutip Rabu (16/5/2012)
Menurut Jonan, sehingga butuh penanganan penuh yang dilakukan oleh pegawainya untuk tetap melayani penumpang. Apalagi pemerintah memberi pekerjaan rumah untuk meningkatkan jumlah penumpang kereta dari 500.000 orang per hari menjadi 1,5 juta orang penumpang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya pihaknya terus meningkatkan pelayanan kereta api. Selain itu secara bertahap akan dilakukan penertiban penumpang dengan proses sterilisasi stasiun dari penumpang 'gelap' termasuk di Jabodetabek.
"Akan diselesaikan dua tahun (Jabodetabek), karena memakan waktu yang panjang itu sosialisasi, penertiban itu makan waktu, kalau proses bangunanya cepat," katanya.
Jonan mengakui semenjak ada langkah penertiban penumpang beberapa tahun terakhir dan efisiensi yang dilakukan perseroan, kinerja keuangan PT KAI terus membaik.
"Laba kita sebelum pajak tahun lalu kira-kira sekitar Rp 300 miliar, kalau dulu kalau untung sedikit sekali. Pernah kita sampai rugi Rp 80 miliar tahun 2008, kemudian tahun 2009 sudah untung Rp 154 miliar sebelum pajak," katanya.
"Target kita tahun ini sebelum pajak Rp 400 miliar, paling banyak ditopang angkutan barang," katanya.
(hen/ang)











































