"Renesas juga berencana mengumpulkan modal segar sebesar 50 miliar yen (Rp 6 triliun)," tulis koran terlaris Jepang, Yomiuri Shimbun tanpa ada kutipan narasumber, dilansir dari AFP (22/5/2012).
Sejak tahun lalu hingga Maret ini, Renesas sudah merugi 62,6 miliar yen (Rp 7,5 triliun). Namun Renesas menolak konfirmasi tentang kebenaran laporan Yomiuri Shimbun tersebut. Secara singkat, Renesas hanya mengatakan belum mengumumkan pengurangan karyawan atau rencana pengumpulan modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Para investor punya tanggungjawab untuk menolong Renesas," kata Presiden Mitsubishi Electric, Kenichiro Yamanishi kepada wartawan kemarin.
Juru bicara Renesas bicara kepada AFP hari ini bahwa mereka sedang berkonsultasi secara rutin dengan pemegang saham utama mengenai kondisi keuangannya, terutama diakibatkan performa perusahaan yang tidak terlalu baik.
Renesas Electronics berdiri tahun 2010 setelah anak perusahaan semikonduktor NEC merger dengan Mitsubishi Electric dan Hitachi bekerjasama menjalankan bisnis chip. Kini Mitsubishi, Hitachi dan NEC adalah tiga besar pemegang saham Renesas.
Artikel Yomiuri Shimbun muncul setelah industri mikrochip Jepang mengalami penurunan drastis akibat kelesuan pasar di tengah penguatan yen dan kompetisi ketat, terutama dari Korea Selatan dan Taiwan.
Elpida Memory, salah satu produsen mikrochip top dunia dihapus dari daftar Tokyo Stock Exchange Maret lalu. Mereka sudah melayangkan proteksi kebangkrutan dengan total utang mencapai 448 miliar yen (Rp 53,76 triliun).
Inilah kegagalan terbesar dalam sejarah manufaktur Jepang. Kemungkinan besar produsen semikonduktor dari Amerika Serikat, Micron Technology akan membeli Elpida.
Pemotongan kerja di Renesas kemungkinan besar akan dilakukan melalui pensiun sukarela, tulis Yomiuri. Saham Renesas merosot 10% pada penutupan Senin kemarin setelah Goldman Sachs memberitahu klien-kliennya untuk menjual saham Renesas. Namun berhasil naik 5.57% di 284 yen di perdagangan Selasa siang.
Di awal perdagangan, saham Renesas sudah menanjak lebih dari 11%. Renesas sudah menjadi pemain besar di pasar global mesin otomotif dan sistem rem pengendali mikro. Namun produksinya mendapat tamparan keras pasca gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang 11 Maret 2011.
(ang/ang)











































