Hewlett-Packard mengumumkan paket pengurangan karyawan atau PHK lanjutan. Hal ini dilakukan dalam rangka pengetatan 'ikat pinggang' perusahaan, khususnya pada bisnis servis dan teetering PC.
Seperti dilansir CNN, Kamis (24/5/2012), pemecatan karyawan mencapai 25 ribu orang. Sumber yang mengetahui rencna tersebut mengatakan, pemangkasan ini setara dengan 7% dari total karyawan Hewlett-Packard yang mencapai 349.600 orang di seluruh dunia.
CEO Meg Whitman menjelaskan, reorganisasi perusahaan dalam hal SDM bertujuan agar HP menjadi lebih efisien meski pada sisi lain ia harus berjuang untuk mencapainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya bisnis PC, perseroan juga menghadapi tantangan pada bisnis cetak. Dalam beberapa tahun realisasi divisi cetak merosot, keuntungan tahun lalu pun 10% lebih rendah dengan penjualan yang relatif datar.
HP tidak sendirian, pada bisnis cetak di perusahaan lain pun menghadapi lesunya permintaan. Perseroan memang tengah mempertimbangkan untuk melepas divisi PC-nya tahun lalu, namun dewan komisaris mengambil keputusan lain. Divisi ini dipertahakan meski menghasilkan keuntungan tidak seberapa.
Sumber lain menerangkan, HP dalam rangka pemecatan ini telah menyiapkan dana US$ 1,7 miliar.
Menurutnya, HP telah berusaha mencoba mengatasi gonjang ganjing perusahaan sejak 2011 termasuk kehilangan dua eksekutifnya. Pada laporan terakhirnya, HP mencatat penurunan pendapatan dari US$ 2,3 miliar menjadi hanya US$ 1,59 miliar.
Perseroan memang tengah menghadapi masalah berat. Salah satunya ketidaksuksesan HP dalam produk komputer tablet dan gagal menciptakan ponsel pintar yang handal. Pada saat dunia mentransformasi bisnis ke layanan mobile, HP justru masih bertahan dengan PC. (wep/ang)











































