Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa

Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa

Wiji Nurhayat - detikFinance
Jumat, 25 Mei 2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
Jakarta -

Menteri Keuangan Agus Martowardojo percaya ekonomi Indonesia masih sehat dan kuat dari terpaan krisis Eropa. Indonesia bersama Arab Saudi menurutnya jadi negara yang mampu bertahan dari dampak krisis Eropa.

"Indonesia ekonominya termasuk sehat, sehingga Indonesia bisa tumbuh menjadi negara besar seperti China dan India. Indonesia tetap bisa menangani krisis. Hanya ada dua negara yang mampu, Indonesia dan Arab," kata Agus Marto di sela-sela pelantikan pejabat Eselon II, Kemenkeu di Lapangan Banteng, Jumat (25/5/2012).

Ia menerangkan, Indonesia juga menjadi satu-satunya negara yang memperoleh kenaikan peringkat surat utang. "Menurut G-20, kita harus bersyukur bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang dikatakan paling sehat. Tapi kita harus harus tetap wasapada," tambah Agus Marto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kewaspadaan telah ditunjukkan pemerintah dengan perubahan APBN pada Februari lalu. Ini harus dilakukan karena ancaman kenaikan harga minyak dunia yang mencapai US$ 120 per barrel dalam 12 bulan terkahir.

"Pemerintah respons dengan RAPBN. Walau sudah disetujui, tidak merubah rancangan porsi BBM di Indonesia," ucapnya.

"Krisis Eropa telah berdampak ke negara India, Brazil dan China. Bahkan China mengalami penurunan pendapatan, yang biasanya 9%-10%, menjadi hanya 7,5%," paparnya.

Agus Marto juga menyebut, pemangkasan anggaran pada sektor BBM subsidi harus dilakukan pemerintah. Jika tidak, kuota BBM yang sudah disepakati pemerintah bersama DPR akan membengkak.

"Cara satu-satunya yang bisa dilakukan Kemenkeu adalah memangkas anggaran Rp 18,9 triliun dan tetap tidak akan menggunakan dana kompensasi yang besarnya Rp 30 triliun," tutur Agus Marto.

Ancaman pembengkakan juga terjadi pada listrik yang sebagian besar bahan kabarnya bersumber dari BBM subsidi. "Jika kita tidak mampu menaikkan harga BBM dan listrik, berarti kita harus memotong dan menekan anggaran dan penghematan negara dari daerah sampai ke pusat," tegas Agus Marto.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads