Presiden SBY mengungkapkan beberapa tantangan yang harus dihadapi RI di tengah ketidakpastian perekonomian global. Sebagai Kepala Negara, SBY menegaskan tidak ingin berjanji maupun memberikan jaminan alias 'angin surga' RI bakal lepas dari ancaman krisis tersebut.
"Terus terang saudara-saudara, masalah yang kita hadapi saat ini tidaklah ringan. Saya tidak ingin memberikan angin surga, bahwa seolah-olah semuanya serba baik. Karena memang perekonomian global sedang menurun dan bermasalah, serta penuh dengan ketidakpastian," ungkap SBY ketika menyampaikan pidato tentang penghematan energi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/5/2012).
Dijelaskan SBY pada awal pidatonya, perekonomian dunia menghadapi ketidakpastian yang sangat tinggi akibat terganggunya perekonomian global. Hal tersebut ditambah lagi situasi politik dan keamanan di Timur Tengah yang menyebabkan harga bahan bakar meningkat tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun, saya yakin jika kita bersatu dan bergandengan tangan, serta bekerja keras dan berikhtiar bersama, seberat apapun permasalahan dan tantangan yang kita hadapi, insya Allah kita akan dapat mengatasinya," ungkap SBY.
Apalagi SBY menegaskan jika kedua agenda besar yakni penghematan BBM dan listrik serta peningkatan pendapatan negara dapat benar-benar disukseskan.
"Semuanya itu akan menjadi modal yang sangat besar bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa saat ini dan di masa mendatang," tutup SBY.
(/)










































