Demikian disampaikan Sekjen Kementerian Keuangan Kiagus Badaruddin saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (30/5/2012).
"Untuk program penghematan yang pertama dimana Kemenkeu sudah melakukan pengehematan Rp 900 miliar lebih, itu baru 2012 yang kemarin itu (program penghematan anggaran Rp 18,9 triliun di keseluruhan K/L), kan ada penghematan pemerintah itu, kita sudah mengurangi anggaran kita," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya itu belanja barang itu ada banyak hal dalam belanja barang itu yang akan dikurangi, perjalanan dinas, rapat-rapat kerja, peresmian-peresmian, perayaan itu bisa dikurangi, seminar-seminar, jadi itu dibatasi, bukan tidak boleh sampai paling tidak benar-benar diperlukan," jelasnya.
Namun, Badaruddin menyatakan perjalanan dinas ini bukan dihapuskan tetapi dibatasi hanya untuk perjalanan dinas yang bersifat urgent dan dibatasi orang-orang yang berangkat.
"Kalau perjalanan dinas itu boleh tetapi dibatasi pada urgensinya kemudian dibatasi pada jumlah orangnya, kemudian frekuensi perjalannya, lama harinya itu yang dibatasi," tegasnya.
Kedepannya, Badaruddin menyatakan Kemenkeu akan berupaya terus dalam menghemat anggaran yang tidak perlu. Sekitar 10-30 persen belanja barang diharapkan bisa dihemat dari program pengetatan anggaran belanja di Kemenkeu ini.
"Mungkin bisa hemat 10-30 persen, kita akan tekan sehemat mungkin. Nah itu sangat tergantung pada tekad dan niat dan seluruh aparatur ini.Kita akan sehemat mungkin lah dan Kemenkeu itu harus jadi contoh," tandasnya.
(nia/dru)










































