Pada Mei 2012, laju inflasi mencapai 0,07%. Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan inflasi tersebut disebabkan oleh kenaikan harga bawang merah dan rokok.
Kepala BPS, Suryamin menyatakan, kenaikan harga bawang merah terjadi karena sedang masa paceklik yang menyebabkan suplai bawang berkurang.
"Kenaikan harga bawang terjadi di 64 kota, di Tegal 55% dan di Sumenep 47%, sedang di kota-kota lain harganya naik 10%," jelas Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (1/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, daging ayam ras juga naik karena pasokannya berkurang. Gula pasir juga mengalami kenaikan karena kurangnya pasokan di beberapa daerah.
Sementara pendorong deflasi di Mei 2012 adalah cabai rawit karena pasokannya lancar dan banyak. Lalu beras juga mendorong deflasi karena sedang masuk masa panen. Demikian juga dengan ikan segar yang harganya menurun selama Mei 2012.
"Emas perhiasan juga mendorong deflasi di Mei. Terjadi penurunan di 58 kota untuk harga emas perhiasan," jelas Suryamin.
(dnl/ang)











































