Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Dedi Rudaedi kepada detikFinance, Minggu (10/6/2012).
"Seyogyanya tidak mengaitkan dengan perguruan tinggi tertentu. TH itu lulusan D3 STAN, tapi S1-nya UI, sama dengan DW dan GT," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"STAN itu porsinya juga sedikit (di Ditjen Pajak). Tidak seluruh lulusan STAN itu ke DJP. Ada yang ke BPK, BPKP, dan KPK. Yang menangkap TH itu adalah anak-anak STAN juga," tegas Dedi.
Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin kepada detikFinance. Dia menyebutkan bahwa banyak orang dari KPK, BPK, dan BPKP, yang memiliki tugas utama mengurangi tindak korupsi, memiliki anggota berasal dari STAN.
"Misalnya, Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK Handoyo Sudrajat itu berasal dari STAN, di KPK banyak alumni STAN, BPKP, BPK juga, mereka justru anti korupsi. Jadi ada yang baik dan buruk," ujarnya.
Untuk itu, Badaruddin meminta agar masyarakat tidak memukul rata semua lulusan lembaga pendidikan tertentu memiliki perilaku yang sama.
"Kita tidak bisa menyalahkan lembaga pendidikannya. Di STAN itu kurikulumnya sama, ada pendidikan agama dan mental kerohanian baik yang dilakukan mahasiswanya sendiri maupun kampus. Dan tidak ada lembaga pendidikan ingin mencetak koruptor," tandasnya.
(nia/dru)










































