Ditjen: Jangan Kaitkan Oknum Pajak dengan STAN

Ditjen: Jangan Kaitkan Oknum Pajak dengan STAN

Ramdhania El Hida - detikFinance
Minggu, 10 Jun 2012 15:07 WIB
Ditjen: Jangan Kaitkan Oknum Pajak dengan STAN
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) meminta agar masyarakat tidak menyangkutpautkan tertangkapnya beberapa oknum pegawai pajak dengan lembaga akademik yang pernah menjadi tempat mereka menimba ilmu.

Demikian disampaikan Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Humas Ditjen Pajak Dedi Rudaedi kepada detikFinance, Minggu (10/6/2012).

"Seyogyanya tidak mengaitkan dengan perguruan tinggi tertentu. TH itu lulusan D3 STAN, tapi S1-nya UI, sama dengan DW dan GT," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dedi menyatakan pelaku tindak pidana korupsi tidak disebabkan oleh asal perguruan tinggi, tapi disebabkan oleh perilaku. Pasalnya, para oknum ini pun ditangkap oleh alumnus STAN.

"STAN itu porsinya juga sedikit (di Ditjen Pajak). Tidak seluruh lulusan STAN itu ke DJP. Ada yang ke BPK, BPKP, dan KPK. Yang menangkap TH itu adalah anak-anak STAN juga," tegas Dedi.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin kepada detikFinance. Dia menyebutkan bahwa banyak orang dari KPK, BPK, dan BPKP, yang memiliki tugas utama mengurangi tindak korupsi, memiliki anggota berasal dari STAN.

"Misalnya, Deputi Bidang Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat KPK Handoyo Sudrajat itu berasal dari STAN, di KPK banyak alumni STAN, BPKP, BPK juga, mereka justru anti korupsi. Jadi ada yang baik dan buruk," ujarnya.

Untuk itu, Badaruddin meminta agar masyarakat tidak memukul rata semua lulusan lembaga pendidikan tertentu memiliki perilaku yang sama.

"Kita tidak bisa menyalahkan lembaga pendidikannya. Di STAN itu kurikulumnya sama, ada pendidikan agama dan mental kerohanian baik yang dilakukan mahasiswanya sendiri maupun kampus. Dan tidak ada lembaga pendidikan ingin mencetak koruptor," tandasnya.

(nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads