Agus Marto Ingin Wajib Pajak yang Menyuap Pegawainya Dihukum Berat

Agus Marto Ingin Wajib Pajak yang Menyuap Pegawainya Dihukum Berat

Ramdhania El Hida - detikFinance
Senin, 11 Jun 2012 17:15 WIB
Agus Marto Ingin Wajib Pajak yang Menyuap Pegawainya Dihukum Berat
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan telah memberikan hukuman berat kepada pegawai pajak yang nakal. Dia juga ingin wajib pajak yang menyuap pegawainya ikut dihukum.

"Sekarang ini pun kita mengharapkan wajib pajak yang melakukan tindakan tidak terpuji dan bermain dengan oknum-oknum yang ada di Ditjen Pajak itu harus ditindak," tegas Agus di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (11/6/2012).

Agus Marto menyatakan berdasarkan pengalaman, banyak wajib pajak yang menyuap pegawai pajak justru malah dibebaskan dari hukuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya pengusaha-pengusaha yang melakukan tindakan tidak terpuji itu malah selamat, yang kena dihukum malah pegawai yang tidak tertib itu. Jadi ini sudah contoh selama bertahun-tahun," ungkapnya.

Namun, Agus Marto menegaskan, pegawainya yang terbukti menerima suap atau korupsi dipastikan mendapat sanksi berat termasuk diberhentikan.

"Sekarang ini ada betul-betul harus diberikan satu hukuman yang membuat jera, bukan hanya dalam bentuk pembebeasan tugas tetapi akan segera dipecat dan dituntut secara hukum yang membuat siapapun yang ada untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu lagi," paparnya.

Selain mempertegas hukuman tersebut, Agus Marto menyatakan pihaknya akan meneruskan reformasi birokrasi dan memperkuat kerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Jadi kita selain meningkatkan SDM, kegiatan reformasi harus terus dilakukan secara proaktif, terus memperbaiki sistem dan pengawasan, tapi tindakan bagi wajib pajak yang melakukan tindakan tidak terpuji pun harus dilakukan dan diberikan agar ada efek jera," tandasnya.

(nia/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads