Kisah Slovakia yang Ikut Merasakan Krisis Eropa

Laporan dari Slovakia

Kisah Slovakia yang Ikut Merasakan Krisis Eropa

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 12 Jun 2012 10:12 WIB
Kisah Slovakia yang Ikut Merasakan Krisis Eropa
Foto: Suhendra-detikFinance
Bratislava - Krisis moneter yang terparah menimpa negara Eropa seperti Yunani dan Spanyol beberapa tahun terakhir secara langsung membuat negara lainnya terkena imbas. Antara lain Slovakia, negara Eropa tengah ini sempat terjangkit virus krisis Eropa karena sejak 2009 lalu negara eks komunis ini bergabung dalam satu mata uang euro.

Menteri Ekonomi dan Pembangunan Slovakia Tomas Malatinsky mengatakan sebagai negara yang masuk zona Eropa, Slovakia memang sempat menghadapi masalah. Namun pihaknya sudah mulai melakukan perbaikan misalnya melakukan kontrol anggaran dengan tepat dan terus menangani pengangguran cukup tinggi di Slovakia.

"Memang pengangguran yang cukup tinggi sampai 12%, tentunya itu menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah, memang ada beberapa daerah yang tinggi," katanya di sela-sela bilateral meeting, di Bratislava, Senin (11/6/2012). Sebagai catatan, saat ini jumlah penduduk di Slovakia hanya 5,4 juta orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu Sekretaris III Kantor KBRI di Bratislava, Fahmad Rifqi Ramulo mengatakan saat ini pertumbuhan ekonomi di Slovakia relatif positif meski masih lemah. Mereka tengah pembenahan kinerja ekspor dengan fokus mengalihkan produk-produk tertier yang mereka bisa jual seperti otomotif ke produk-produk mendasar seperti ekspor gandum dan lain-lain. Menurutnya ekonomi eks komunis ini sempat tumbuh minus 3% pada 2009, di 2010 tumbuh 0%, di 2011 tumbuh 2%, dan tahun ini bisa mencapai 3%.

Menteri Koordinator Perekonomian Indonesia Hatta Rajasa mengatakan Slovakia merupakan salah satu negara di Eropa yang bisa cepat selamat dari krisi Eropa.

"Walaupun Eropa krisis dan Slovakia salah satu masuk eurozone, tapi pertumbuhannya masih positif dan menurut IMF, Slovakia adalah salah satu negara yang terbaik melakukan pemulihan di satu resesi di kawasan Eropa. Karena foreign direct investment (FDI) banyak, sebanyak 13-15% income berasal dari FDI," katanya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads