Hatta Tegaskan RI Bukan Negara Gagal

Hatta Tegaskan RI Bukan Negara Gagal

- detikFinance
Selasa, 26 Jun 2012 15:07 WIB
Hatta Tegaskan RI Bukan Negara Gagal
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan Indonesia bukan negara gagal. Perekonomian Indonesia menurutnya tumbuh cukup positif.

"Kita membantah publikasi tersebut. Sebab, faktanya semakin banyak para pemimpin dunia saat ini yang memuji kemajuan ekonomi Indonesia. Di dua Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) yang kami ikuti bersama, yakni KTT G-20 dan KTT Rio+20, kami dipuji dalam mengatasi krisis ekonomi global dan mampu meningkatkan kelas menengah secara pesat," kata Hatta dalam siaran persnya, Selasa (26/6/2012).

Menurut Hatta, pada kuartal I Indonesia masih tumbuh 6,5 persen, meskipun tanda-tanda pelemahan permintaan dunia sudah mulai terasa. Pelemahan pertumbuhan ekonomi bukan hanya menyerang negara-negara berkembang, tapi negara-negara maju seperti Jepang dan China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bisa melihat India mengalami penurunan pertumbuhan jadi 5,3 persen, demikian pula China juga mengalami perlambatan. Bahkan, di kawasan Asia masih banyak negara yang terkena dampak lebih parah,"katanya.

Apabila tuntutan sebagian besar bangsa Indonesia terus meningkat dan belum terpenuhi, menurut Hatta, bukan berarti Indonesia gagal.

"Dulu saya ketika masih kecil, kalau makan telur ayam satu butir dibagi empat dengan saudara-saudara saya. Namun, sekarang kalau hanya satu terasa kurang. Ini bukan berarti negeri saya gagal memenuhi kebutuhan telur, tetapi karena tuntutan hidup saya dan kebanyakan orang di Indonesia meningkat,"lanjutnya.

Menurut Hatta, ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, menjaga neraca perdagangan Indonesia dengan menyeimbangkan antara ekspor dan impor.

"Khusus untuk ekspor, kita tetap menjaga daya saing agar ketika terjadi kompetisi masih tetap survive. Selain itu kita harus membuka pasar-pasar baru, tidak hanya di ASEAN tapi kalau perlu juga Afrika. Kedua, adalah menjaga iklim investasi. Hal ini menjadi salah satu motor andalan dalam memicu pertumbuhan ekonomi. Iklim investasi menjadi kuncinya, jangan sampai mengeluarkan peraturan-peraturan yang tidak perlu," kata Hatta.

Selanjutnya adalah menjaga nilai tukar rupiah di level yang baik. Tetapi yang terpenting adalah stabilitas nilai tukar harus tercipta.

"Ini domainnya Bank Indonesia. Terlepas dari semua hal tersebut, pemerintah tetap harus terus mewaspadai apa yang menjadi perhatian di dunia saat ini. Sebab, Indonesia bukanlah negara yang kedap pengaruh situasi global. Melemahnya rupiah harus kita waspadai,"papar Hatta.

"Untuk membangun negeri ini perlu sikap dan pemikiran positif. Kita ini ibarat sedang berlayar dalam satu kapal. Kalau ada badai, janganlah kita ikut berusaha membuat kapal itu tenggelam dengan menyiarkan hal-hal buruk tentang negeri ini,"simpulnya.

(van/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads