Jepang Tertarik Kerjasama di Proyek Jembatan Selat Sunda

Jepang Tertarik Kerjasama di Proyek Jembatan Selat Sunda

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Minggu, 01 Jul 2012 10:57 WIB
Jepang Tertarik Kerjasama di Proyek Jembatan Selat Sunda
Jakarta - Jepang ingin ada kerjasama dengan Indonesia dalam mengembangkan teknologi jalan dan jembatan. Hal ini terungkap dari kunjungan wakil Menteri Lahan, Infrastruktur, Transportasi dan pariwisata Jepang, Naoyoshi Sato ke Indonesia.

Sato menyampaikan 3 hal dalam pertemuannya dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak pekan lalu. Pertama seminar Intelligent Transportation System (ITS) salah satunya soal dengan pengembangan jembatan.

Sato mendengar adanya rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) dan tertarik untuk bekerjasama di dalamnya. Kedua mengenai penyediaan tenaga kerja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Atas permintaan PU untuk pengurusan tenaga ahli jembatan kelautan tapi saat ini Jepang tidak bisa memenuhinya untuk jangka panjang, hanya bisa jangka pendek untuk sementara saja dalam membantu teknologi jembatan di Indonesia," ucap Sato seperti dikutip dari situs kementerian PU, Minggu (1/7/2012)

Hal ketiga adalah keinginan menyusun seminar di bidang jalan menyusul keinginan untuk mendukung proyek Metropolitan Priority Area (MPA)

"Kami dengan Pemda setempat sedang menyiapkan pra feasibility study untuk JSS, selain dibangun jembatan juga untuk pengembangan kawasan juga, desain fisik akan segera kita laksanakan, kami juga memerlukan tenaga ahli dan sangat berterima kasih kepada Jepang, dan terkait dengan seminar untuk MPA, memang sudah waktunya menetapkan tapi perlu koordinasi dengan sektor terkait," kata Wakil Menteri PU Hermanto Dardak.

Kunjungan Sato ke Indonesia dalam rangka menghadiri Seminar Intelligent Transportation System (ITS) yang diadakan di Jakarta. Ia juga menanyakan kesediaan PU untuk turut hadir dalam pertemuan Construction Meet di Jepang pada bulan September nanti.

"Kami menyambut baik kunjungan pihak Jepang dan ke depan berharap kami dapat bekerja sama untuk sebuah kesepakatan terutama di bidang ITS (Intelligent Transportation System)," ucap Hermanto.

Sato juga siap memberikan bantuan dan dukungan transportasi untuk solusi kemacetan yang terjadi di Indonesia, menurut Sato, ia mengalami langsung macetnya Jakarta selama kunjungannya ke Indoesia. Sato berharap salah tersebut harus bisa segera diatasi karena hal itu dapat menghambat kelancaran perekonomian.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads