Dinilai Sarang Korupsi, Dirut Merpati Siap Pecat Karyawan Nakal

Dinilai Sarang Korupsi, Dirut Merpati Siap Pecat Karyawan Nakal

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Senin, 02 Jul 2012 08:54 WIB
Dinilai Sarang Korupsi, Dirut Merpati Siap Pecat Karyawan Nakal
Jakarta - Dirut Utama PT Merpati Nusantara Airlines (Merpati) Rudy Setyopurnomo mengakui bahwa korupsi yang terjadi di Merpati sudah sangat memprihatinkan.

Bahkan, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menilai korupsi yang terjadi di Merpati sudah terlalu parah. Rudi berkomitmen penuh akan membersihkan Merpati, salah satu caranya adalah memecat karyawan nakal yang terbukti melakukan korupsi.

"Ya betul dan sedang terus dibersihkan. Tapi kalau kemudian ditemukan orang yang mencuri ya langsung diberhentikan. Dengan cara ini Insya Allah semua menjadi baik dan bersih dan Merpati putih bersih," ungkap Rudy kepada detikFinance, Senin (2/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, selain mengajak pihak eksternal seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit laporan keuangan Merpati. Menurut Rudi, Merpati juga sedang menggalakkan pengawasan internal untuk mencegah terjadinya korupsi di perusahaan penerbangan plat merah ini.

"Sistem pengawas internal digalakkan di semua station dan business process diperbaiki di semua divisi untuk mencegah terjadi lagi," katanya.

Rudy mengatakan, dengan digalakkannya pengawasan baik dari internal dan eksternal Merpati. Menurut Rudy, tindakan tersebut tidak bermaksud mencari kesalahan setiap karyawan Merpati melainkan mencari tahu apa yang sebenarnya salah di tubuh Merpati.

"Kami tidak mencari orang yang salah tapi mencari business process yang salah, mencari area of improvement," tutup Rudy.

Sementara ditempat terpisah, Anggota BPK Barullah Akbar menjelaskan terkait penyelewengan anggaran yang diduga merugikan keuangan negara ditubuh Merpati. Menurutnya, BPK masih melakukan audit terkait keuangan Merpati sehingga BPK belum sampai tahap kesimpulan apakah terjadi kerugian negara ataukah ada dugaan pidana korupsi di Merpati.

"Kami masih dalam tahapan audit, belum ada kesimpulan," tambah Barullah.

(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads