PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana menaikkan tarif KRL Commuter Line di Jabodetabek rata-rata Rp 2.000 per rute KRL AC. Apa alasannya?
Direktur Utama KAI Ignasius Jonan mengatakan, rencana kenaikan tarif KRL rata-rata Rp 2.000 belum final. Pihaknya tengah melakukan survei kemampuan membayar (ability to pay) yang dilakukan oleh LM-FEUI yang ditargetkan bakal rampung pertengahan Agustus nanti.
"Memang apabila hasil survei menunjukkan daya beli penumpang yang berbeda dari usulan ideal tersebut, maka kami akan menyesuaikan semaksimal mungkin dengan tetap mengutamakan safety dan security perjalanan KRL," tutur Jonan kepada detikFinance, Senin (2/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Sterilisasi di hampir 60 stasiun di Jabodetabek
- Revitalisasi di 15 stasiun
- Pembangunan underpass atau skybridge untuk lalu lintas penumpang di Stasiun Manggarai dan Jatinegara
- Penambahan prasarana yaitu gardu listrik dan beberapa stasiun baru yang dikaitkan dengan antar moda
- Penambahan 1.400 gerbong KRL
"Semua investasi tersebut secara total bisa mencapai sekitar Rp 6 triliun dan dilakukan tanpa menggunakan dana APBN sama sekali. Kami berharap dukungan pengguna KRL untuk layanan yang lebih baik ini mendapat dukungan yang positif," papar Jonan.
Dikatakan Jonan, masyarakat Jabodetabek adalah maysyarakat yang rata-rata berpenghasilan jauh lebih tinggi dari masyarakat di daerah lainnya. "Sehingga tentunya kemandirian pembiayaan transportasi massal amat mulia, sehingga APBN bisa digunakan untuk pembangunan daerah yang masih tertinggal. Itulah harapan kami, safety, security, terjangkau, dan mandiri," cetus Jonan.
Sebelumnya, Corporate Secretary PT KAI Commuter Jabodetabek, Makmur Syaheran mengatakan akan ada kenaikan tarif KRL Commuter Line mulai 1 Oktober 2012.
Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:
- Rp 9.000 untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.000 untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000 untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500 untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000 untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500 untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit











































