700 Lowongan Kerja Magang di Jepang Ada di Kantor Cak Imin

700 Lowongan Kerja Magang di Jepang Ada di Kantor Cak Imin

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 03 Jul 2012 14:58 WIB
700 Lowongan Kerja Magang di Jepang Ada di Kantor Cak Imin
Jakarta - Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan Magang Expo 2012. Pada pameran tersebut ada 700 lowongan kerja magang di Jepang.

Pameran ini berlangsung dari tanggal 3-5 Juli 2012 di kantor yang dikepalai Menakertrans Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin di Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (3/7/2012).

Salah satu peserta pameran yaitu JIAEC (Japan Indonesian Economic Center) menawarkan 700 lowongan kerja magang di Jepang. JIAEC adalah organisasi pengirim pekerja magang Idnonesia ke Jepang yang telah ada sejak 2001.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun ini kita punya kuota 700 pemagang yang nanti kita akan terbangkan ke Jepang untuk mengikuti pemagangan di perusahaan sana," ungkap Manajer Recruitmen Reguler dan Pjs. Manajer Penempatan JIAEC Tenten Mangku Sapuan kepada detikFinance di gedung Kemenakertrans, Selasa (3/7/2012).

Bidang pekerjaan magang yang ditawarkan JIAEC adalah bidang manufaktur yang terdiri dari perusahaan otomotif, permesinan, bangunan, pengelasan, pertanian, dan peternakan.

"Kita telah menjalin kerjasama dengan para pengusaha pengirim dan SMK di Indonesia untuk menerbangkan pemagang ke Jepang," ungkap Tenten.

Seperti yang diketahui, proses magang ini berdurasi 3 tahun. Program training di Indonesia selama 4 bulan adalah program pertama yang harus dilakukan oleh pemagang. Setelah lulus masuk ke dalam tahapan selanjutnya yaitu pelatihan 1 bulan di Jepang dan melanjutkan masa magang selama 3 tahun.

"Selama di Jepang, para pemagang akan mendapat gaji sesuai dengan UMP Jepang yaitu pada kisaran 120.000-135.000 yen, dan itu akan diberikan selama 3 tahun." ungkap Tenten.

Program ini dikhususkan untuk laki-laki lajang yang berusia 18-22 tahun, pendidikan SMK dengan kelompok teknologi industri, memiliki sikap yang baik, lulus tes tertulis, interview dan medical test, persyaratan khusus perusahaan penerima dan tentu saja sehat jasmani dan rohani.

"Untuk biaya keberangkatan dan biaya lain tidak usah khawatir karena kami siap membantu, kami punya relasi dengan perbankan dan perusahaan penerima, jadi biaya pra keberangkatan tidak terlalu berat," begitu tegas Tenten.

(dnl/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads