Berdasarkan penelusuran detikFinance di Pasar Kramat Jati, Jakarta, seorang pedagang buah bernama Wahyono menyebutkan isu buah impor berformalin hanya untuk menjatuhkan para pedagang buah saja. Menurutnya, para pedagang sulit jika hanya mengandalkan penjualan buah lokal.
"Itu cuma isu saja, nyatanya kan laku, kita laris jualan, itu untuk menjatuhkan saja. Coba kalau kita mengandalkan buah kita, nggak bisa makan kita, kenyataannya begitu," papar Wahyono, Rabu (4/7/12)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau buah lokal kosong sedikit, harganya bisa 2 kali lipat, kalau buah impor kan stabil. Coba kalau nggak ada buah impor, kebingungan kita," katanya.
Pendapat serupa diutarakan pedagang lain yaitu Sriyono. Dia mengungkapkan, konsumennya lebih memilih untuk membeli buah impor ketimbang buah lokal.
"Ya katanya sih ada buah yang berformalin, tapi paling cuma anggur, dari luar itu China. Yang lainnya nggak ada, pokoknya yang kita jual laku," ungkapnya
Dia mengatakan, justru buah imporlah yang banyak diburu oleh para konsumen. Selain soal rasa, hal terkait kebutuhan sehari-hari pun menjadi alasan buah impor lebih diminati.
"Banyaknya yang beli buah impor, kaya apel Fuji itu buat jus, apel Washington juga lebih manis. Kalau apel Malang kan agak asem-asem kurang laku, terus jeruk sunkist buat jus juga kalau jeruk Medan buat resepsi saja," pungkasnya.
(zlf/dnl)











































