Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, kerjasama yang diajukan pemerintah ada delapan yang utama. "Khusus dengan Jerman, kita harus mengambil manfaat 5 plus 3," jelas Hatta di Istana Negara, Jakarta, Jumat (6/7/2012).
Adapun daftar kerjasama tersebut adalah:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Investasi dan perdagangan. Nilai perdagangan Indonesia dengan Jerman saat ini adalah US$ 6,69 miliar. Pada 2015 diharapkan sekurangnya US$ 12 miliar, itu harus dicapai. Indonesia juga minta Jerman investasi lebih gencar.
- Bidang tekonologi, karena teknologi Jerman memang sangat kuat
- Bidang Kesehatan. Jerman kuat di bidang kesehatan, dan Indonesia harus memiliki rumah sakit yang kuat, sehat, dan peralatannya canggih. "Jangan semua berobat ke luar negeri, termasuk farmasinya dan alatnya," jelas Hatta.
- Pendidikan. Saat ini ada 3.000 mahasiswa Indonesia di Jerman. Indonesia ingin pada 2025, Orang Indonesia yang mengenyam perguruan tinggi harus 20% dari total yang ada. Tujuannya supaya Indonesia bisa melompat jadi negara invovasi, yaitu negara yang ekonominya digerakkan oleh inovasi. Syaratnya, jumlah orang yang sekolah hingga perguruan tinggi 20%, saat ini masih 8%.
- Riset di bidang satelit geothermal atau energi lainnya.
- Soal ketahanan pangan
- Soal ketahanan energi. Jerman sangat kuat dalam energi terbarukan dan efisiensi energi. Contohnya membuat agar konsumsi listrik menjadi hemat.
- Transportasi. Jerman selama ini terkenal dengan alat-alat transportasinya











































