Mentan Kecewa RI Tak Bisa Bebas Impor Daging Sapi

Mentan Kecewa RI Tak Bisa Bebas Impor Daging Sapi

- detikFinance
Selasa, 10 Jul 2012 16:20 WIB
Mentan Kecewa RI Tak Bisa Bebas Impor Daging Sapi
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Menteri Pertanian Suswono menyatakan perlunya merevisi undang-undang terkait impor daging sapi. Pasalnya, dengan aturan yang ada saat ini, Indonesia hanya diperkenankan impor dari negara-negara yang bebas Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Ya karena aturan perundang-undangannya tidak memungkinkan karena dulu sebetulnya UU yang sudah kita sahkan menganut zona based, kemudian di-judicial review lalu kalah kemudian berubah menjadi kembali country based," ujarnya saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (10/7/2012).

Dengan aturan country based ini, Suswono menilai banyak kerugian karena terbatasnya negara pengekspor asal daging sapi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Brasil secara negara belum bebas PMK. Tapi ada daerah zona di utara yang bebas PMK, sebetulnya kalau UU tetap memberlakukan zona based maka akan memungkinkan Brasil bisa ekspor ke kita dan mereka sudah janji sebenarnya untuk mendatangkan bibit-bibit unggul dan berinvestasi di sini tapi karena terkendala itu," ujarnya.

Selain itu, lanjut Suswono, ada kerugian lain dengan aturan tersebut, yaitu mahalnya biaya transportasi terkait jarak.

"Misalnya Sumatera dan Papua kan jauh sekali jaraknya, tapi misalnya Papua berkaitan dengan flu burung misalnya Sumatera bebas flu burung, maka produk-produk unggas dari Sumatera tidak bisa diekspor karena country based, padahal jelas jaraknya jauh sekali. Maka kita akan rugi sendiri nanti," ungkapnya.

Untuk itu, lanjut Suswono, perlunya perbaikan aturan tersebut agar Indonesia memiliki banyak pilihan negara untuk mengimpor daging sapi. Dengan demikian, Indonesia akan mendapatkan daging sapi berkualitas dengan harga yang kompetitif.

Kita dulu sudah menyepakati zona based, sangat disayangkan ketika setelah itu kembali ke country based. Karena kita dalam posisi tidak banyak pilihan, hanya oleh negara-negara yang bebas PMK dan saat ini secara perdagangan sangat kompetitif hanya Australia dan Selandia Baru, dominan dari dua negara ini.

Padahal peluang dari negara-negara lain dari sisi zona itu bebas seperti Brasil dari sisi jarak jauh tapi sangat kompetitif. Yang kita butuhkan itu sebenarnya bibit-bibit unggul yang akan memperbanyak populasi kita," tandasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads