INDEF: Terdapat Dua Peta Persaingan Perbankan Nasional
Selasa, 24 Agu 2004 16:31 WIB
Jakarta - INDEF menyarankan peta akhir daripersaingan perbankan di Indonesia dalam jangka panjang harus diproyeksikan agar ada gambaran tentang situasi persaingan perbankan yang akan terbentuk. Lembaga ini menilai ada 2 skenario yang mungkin akan terjadi.Demikian hasil kajian Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) tentang Perbankan Indonesia Pasca Divestasi yang diluncurkan di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2004).Dijelaskan skenario pertama yang akan terjadi ke depan adalah semua bank akan beroperasi secara stand-alone seperti yagh terjadi saat ini dimana tidak ada akuisisi dan merger dan skenario kedua beberapa bank akan melakukan akuisisi dan merger dengan berbagai tujuan yang ingin dicapai.Dalam simulasi yang dilakukan terhadap 20 bank terbesar terkait dengan skenario pertama, perkiraan peta persaingan perbankan akan dipimpin oleh Bank Mandiri dengan pangsa pasar aset sekitar 21 persen sehingga bank ini diperkirakan akan tetap menjadi corporate superpower. Sedangkan pesaing terdekatnya adalah BCA dan BNI yang diperkirakan masuk dalam consumer giant mengingat kedua bank ini memiliki pangsa pasar yang hampir sama meski sekmentasinya berbeda. Namun demikian BCA dinilai memiliki basis funding yang kuat. Akan tetapi masalah yang dihadapi BCA ke depan adalah bagimana menyalurkan kredit karena LDR-nya masih sangat rendah. Diperkirakan BCA akan memperkuat sisi lending dan berusaha menggerogoti dominasi BNI dan Bank Mandiri dalam corporate loan. Sebaliknya BNI memiliki keunggulan kompetiif dalam corporate banking. Namun untuk memperkuat sekmentasinya dan memperbaikan portofolio kredit mau tidak mau harus bersaing dengan BCA di sektor ritel dan konsumer.Dalam kajian INDEF juga dijelaskan persaingan memperebutkan bisnis mikro dan kredit usaha kecil akan semakin sengit jika Bank Danamon memutuskan menggarap secara serius mikro bankingnya. Hingga saat ini di wilayah pedesaan BRI belum menemukan pesaing yang sepadan. Namun BRI tetap harus memperhatikan BPR dan BPD agar tidak kehilangan keunggulan kompetitifnya di sektor mikro.Untuk memperkuat posisi pasarnya, BRI diperkirakan akan melakukan ekspansi di daerah perkotaan dengan target utama pengembangan bisnis ritel sehingga persaingan di sektor ini akan semakin sengit karena setidaknya ada 15 bank papan tengah yang berkiprah di sekmen ini.Sementara terkait skenario kedua, INDEF mengasumsikan beberapa bank akan melakukan merger. Dari hasil simulasi yang dilakukan terdapat tujuh skenario merger. Kemungkinan merger pertama disebut Temasek Superpower Bank dan peserta mergernya adalah BNI-Bank Danamon-BII-Bank Permata-NISP dan Bank Buana. Kalau ini terjadi maka bank hasil merger akan memiliki pangsa pasar 24 persen.Skenario merger kedua disebut Temasek Power Bank, dengan peserta merger Bank Lippo-Bank Danamon-BII-Bank Permata-NISP dan Bank Buana dengan pangsa pasar sekitar 15 persen. Skenario ketiga disebut CAHB Consumer Niche yang merupakam gabungan Bank Niaga dengan Bank Permata dengan pangsa pasar 4-5 persen. Skenario keempat adalah Parallon-Astra Consumer Giant yang peserta mergernya adalah BCA dan Bank Permata. Dikhawatirkan sinergi ini akan membuat kredit bank mengalir ke sekmen yang sesuai dengan bisnis inti Astra. Skenario kelima disebut National Hyperpower Bank dengan peserta merger adalah Bank Mandiri dan BNI yang meraih 32 persen pangsa pasar. Diperkirakan proyek raksasa akan bisa dibiayai oleh bank hasil merger. Keenam National Ritel Superpower yang merupakan paduan antara BRI dengan Bank Permata dan skenario ketujuh dinamakan National Superpower Bank yang merupakan gabungan Bank Mandiri dan Bank Permata.Dalam beberapa skenario ini diperkirakan akan ada kemungkinan penguatan penetrasi asing yang akan sulit ditandingi oleh bank domestik manapun. Namun dalam skenario lain bank-bank domestik bisa melakukan sinergi untuk saling menguatkan. Akan tetapi diakui INDEF dari skenario ini belum tentu mudah dicapai mengingat skenario ini belum mempertimbangkan faktor non teknis yang justru paling menentukan.
(san/)











































