Dirjen Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Tunjung Inderawan meyakini proses pembebasan tanah untuk proyek comuter line penunjang kereta bandara tidak akan menemui kesulitan.
"Itu kan hanya 4,5 km kok, kita optimis bisa sampai, kita masih punya waktu 1,5 tahun lagi. Harus sesuai target," ungkapnya kepada wartawan pada acara Prospek KA Bandara Sebagai Penguat World Class Airport di Jakarta, Selasa (17/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kan PT KAI sedang berdiskusi dengan Pemda Tangerang untuk menentukan trase mana yang dipilih, setelah itu baru saya tetapkan. Dan langsung proses pembebasan lahan. Kira-kira minggu ini diskusinya sudah selesai," paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, trase yang akan diambil adalah trase yang memiliki risiko terkecil agar tidak menemui kesulitan-kesulitan sehingga tidak merugikan pihak tertentu dalam proses pembebasan lahannya.
"Nanti kita ambil yang resiko yang terkecil, kita pun nggak akan pilih ambil tanah yang sudah ada perumahan jadi misalnya. Nanti pun tentu ada proses ganti rugi tanah yang terambil," ungkapnya.
Seperti diketahui, proyek kereta api bandara ini memiliki 2 jalur. Yang pertama adalah jalur dedicated atau KA Express line melalui pluit yang telah dilaksanakan proses tanda tangan dengan PT Sarana Multi Infrastruktur. Dan jalur melalui Commuter Line melalui Tangerang yang akan dijalankan oleh PT KAI.
"Lalu untuk Commuter bandara, pemerintah berkewajiban mendanai dari Duri ke tangerang double track electricnya sepanjang 19,31 km, kita tinggal finishing. Kemudian dari tanah tinggi ke bandara, melalu perpres 83 ditugaskan pada KAI untuk membangun mulai dari membebaskan lahan, kurang lebih 4,5 km," tutupnya.
(zlf/dru)










































