DPR: Daripada Mobil Listrik, Dahlan Mending Urus Kemacetan Pelabuhan Merak

- detikFinance
Jumat, 20 Jul 2012 11:58 WIB
Foto: Whery/detikFinance
Jakarta - Penggunaan mobil listrik oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan memperoleh tanggapan beragam. Politisi Komisi VI DPR, Aria Bima menilai langkah Dahlan menggunakan mobil listrik sangat tidak relevan dengan tugas dan fungsinya sebagai menteri BUMN.

Bahkan menurutnya, tidak terkait dengan peningkatan kinerja 141 perusahaan plat merah di bawah naungan Kementerian BUMN.

"Dahlan menggunakan mobil litrik tidak berpengaruh terhadap kinerja BUMN. Banyak enggak nyambung sama tugas dan fungsinya sebagai menteri BUMN," ungkap Aria ke[ada detikFinance, Jumat (20/7/2012).

Menurutnya, jika Dahlan ingin menggunakan mobil listrik sebaiknya harus ada tindak lanjut dengan melibatkan sinergi di antara BUMN sehingga ada keterkaitannya dengan fungsi dan tugasnya sebagai Menteri BUMN.

"Persoalannya kalau menggunakan itu (mobil listrik) secara pribadi baik kalau sebagai menteri harus ada tindak lanjut, kalau membangun dengan membuat BUMN mobil listrik," sambungnya.

Selain itu, politis PDIP ini menilai sebaiknya Dahlan dalam waktu dekat ini lebih menyelesaikan persoalan kemacetan yang ada di pelabuhan Merak karena masih berada di bawah naungan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang merupakan perusahaan plat merah.

"Lebih baik Dahlan beresin Masalah ASDP yaitu kemacetan di Merak, sidak di sana. Ini lebih penting sekarang daripada naik mobil listrik. Peran BUMN harus bagaimana bereskan itu dulu yang menyebabkan harga naik," tutup Aria.

(feb/ang)