Nelayan di Cilacap 'Diguyur' Rp 3,59 Miliiar

Nelayan di Cilacap 'Diguyur' Rp 3,59 Miliiar

Arbi Anugrah - detikFinance
Senin, 23 Jul 2012 20:07 WIB
Nelayan di Cilacap Diguyur Rp 3,59 Miliiar
Cilacap - Ratusan nelayan di Cilacap, Jawa Tengah mengikuti kegiatan Safari Ramadan yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pelabuhan Perikanan Samudra (PPS) Cilacap, Senin (23/07/2012).

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo memberikan bantuan langsung kepada nelayan di Cilacap senilai total bantuan mencapai lebih dari Rp 3,59 miliar guna mendorong program industrialisasi kelautan dan perikanan.

"Kita berikan bantuan tersebut guna meningkatkan produksi ikan agar berdaya saing, berkeadilan dan berkelanjutan sesuai standar mutu pangan," kata Sharif Cicip Sutardjo, saat menyampaikan sambutanya di PPS Cilacap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Cicip kementeriannya menempatkan Kabupaten Cilacap sebagai salah satu sentra pendaratan tuna yang terintegrasi dengan zona inti PPS Cilacap selain lima lokasi percontohan industrialisasi perikanan tangkap lainnya seperti Pelabuhan Perikanan Bungus Padang, PPS Nizam Zaman, PPN Pelabuhan Ratu, PPS Bitung, dan PPN Ambon.

"PPS Cilacap sebagai salah satu sentra pendaratan tuna selain lima lokasi percontohan industrialisasi perikanan tangkap lainnya," jelasnya.

Selain itu KKP juga memberikan bantuan berupa benih ikan gurame sebanyak 20 ribu ekor senilai Rp 10 juta, dua paket calon induk patin senilai Rp 30 juta dan satu paket calon induk udang galah senilai Rp 12 juta.

"Saya harap bantuan tersebut dapat meningkatkan produksi, nilai produksi, pendapatan serta menumbuhkan wirausaha kelompok sehingga meghasilkan produk nilai tambah," ungkapnya.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan untuk nelayan Cilacap karena pemerintah menilai potensi perikanan laut Cilacap mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, seperti ikan tuna, tongkol, tengiri, dan petensi laut lainnya yang berada dilaut lepas.

"Seperti diketahui industrialisasi perikanan tangkap itu berbasis 3 komuditas seperti ikan tuina, tongkol, dan cakalang," tambahnya.

Menyinggung mengenai bantuan kapal beberapa waktu lalu, saat ini kondisinya sudah rusak. Sharif mengatakan untuk masalah perbaikan kapal itu sudah merupakan tanggungjawab pemerintah provinsi dan kabupaten yang sudah menganggarkan dana untuk perbaikan kapal.

"Kita hanya memberikan standar kapalnya, untuk disign dan peralatannya dari kapal tersebut dilakukan oleh pemda setempat dan provinsi merekalah yang menenderkan. Jadi untuk maintenance waktu pemeliharaan dari galangan kapalnya adalah tanggung jawab provinsi maupun pemda karena mereka yang sudah menganggarkan untuk perbaikan kapal ini," jelasnya.

(arb/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads