Harga Sayuran Mulai Turun, Daging Sapi & Ayam Masih Tinggi

Harga Sayuran Mulai Turun, Daging Sapi & Ayam Masih Tinggi

- detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 13:38 WIB
Harga Sayuran Mulai Turun, Daging Sapi & Ayam Masih Tinggi
Jakarta - Harga sayur-sayuran dan telur di pasar tradisional cendrung mengalami penurunan. Hal berlawanan justru terjadi pada harga daging ayam dan sapi yang masih bertahan tinggi.

"Harga Cabe, Tomat, dan Bawang stabil, murah dan dapat dijangkau masyarakat, pembelinya pun banyak, cabe laris manis," ungkap Mimin, seorang penjual sayuran di Pasar Tradisional Pelita, Jakarta Utara kepada detikFinance, Rabu (25/07/12).

Awal puasa harga cabe merah keriting tembus diangka Rp 28.647/kg tetapi saat ini hanya Rp 20.000/kg. Harga ini diikuti juga dengan harga cabe merah biasa yang juga mengalami penurunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini harga cabai mera biasa hanya Rp 19.000/kg dari harga sebelumnya Rp 27.228/kg. Untuk tomat dan bawang harga stabil yaitu tomat Rp 5.000/kg, bawang putih Rp 18.000/kg dan bawang merah Rp 10.000/kg. Harga telur ayam yang saat ini juga mengalami penurunan dari di atas Rp 20.000/Kg menjadi Rp. 19.000/kg.

Penurunan ini tidak diikuti oleh harga daging (daging ayam dan daging sapi). Harga daging sapi saat ini mencapai Rp 80.000/kg, dampaknya pedagang mengalami penurunan omzet sekitar 35%, penyebabnya masyarakat enggan untuk membeli daging.

Daging ayam mengikuti jejak daging sapi, harganya masih tinggi yang saat ini dipatok dengan harga Rp 19.000/kg atau satu ekornya bisa mencapai Rp 35.000 sampai Rp 40.000.

"Semenjak bulan puasa harga terus naik sehingga penjualan kami menurun biasanya kami jual 100 ekor saat ini hanya laku 60 ekor turun 30-35%," papar Suharto penjual ayam potong di Pasar Pelita, Tanjung Priok.

Suharto menambahkan para pelanggannya seperti warung makan biasanya membeli 8 sampai 10 ekor sekarang hanya membeli 4-6 ekor saja, sehingga penjualan anjlok. Keluhan lain yang dialami para penjual ayam, saat ini ukuran ayam yang cendrung lebih kecil. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan dari para pelanggan atau pemilik warung makan.

"Keluhan lain, sekarang daging ayam itu kecil-kecil jadi kurang laku di warung makan, orang kan pasti nggak mau makan daging ayam yang kecil jadi berpengaruh kepada pembelian mereka (konsumen ayam) yang cendrung menurun," tutupnya.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads