"Besok kami akan nekat produksi tahu dan tempe lagi, tidak akan mempedulikan ancaman sweeping yang dilakukan salah satu organisasi yang mengatasnamakan kumpulan produsen tahu-tempe," kata Corido salah satu produsen tahu-tempe di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, kepada detikFinance, Kamis (27/7/2012).
Dikatakan Corido, walaupun di bawah ancaman sweeping pihak tertentu, dirinya harus tetap produksi. Karena jika diteruskan (demo mogok produksi) akan mengancam kelangsungan usahanya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menghindari dari ancaman sweeping pihak tertentu, pada saat produksi Corido akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian Polsek Mampang Prapatan.
"Jujur saya takut, kalau di-sweeping peralatan kita bisa dirusak, tapi kita kan punya polisi, saya sudah koordinasi dengan kepolisian kalau tahu-tahu kita di-sweeping ada penjagaan dari polisi," ujarnya.
Apalagi jika terlalu lama menganggur, produksi per hari sekitar 5-8 kuintal sulit tercapai.
"Pertama pekerja saya saat ini tinggal tiga orang, 7 lainnya sudah pulang kampung, belum tahu balik lagi tidak nanti besok, kalau begini saja saya sudah rugi, belum kerugian lainnya kehilangan keuntungan per hari karena tidak bisa produksi," tandasnya.
(rrd/dnl)










































