"Saya menyeru kepada dunia usaha dan importir, mari bekerjasama dengan negara. Kalau sudah dibebaskan bea masuknya, maka harga satuan pada konsumen akhir bisa lebih dijangkau rakyat," ujar Presiden SBY.
Seruan ini disampaikannya dalam pembukaan rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Kamis (25/7/2012). Agenda rapat adalah persiapan materi pidato nota dan postur RAPBN 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ditambah kompleksitas masalah geopolitik dan krisis ekonomi, kini dunia diharapkan pada tantangan ketersediaan pangan berpengaruh terhadap harga," sambung SBY.
Dampaknya di Indonesia terasa di antaranya dengan naiknya harga kedelai dari Rp 6 ribu per Kg kini menjadi Rp 8 ribu per Kg. Kenaikan ini yang belakangan membuat kerepotan para perajin tempe dan tahu yang merupakan pasar utama kedelai.
"Langkah jangka pendek telah kita putuskan, yaitu dengan hapus bea masuk sehingga harapannya bisa tekan kenaikan harga," sambung SBY.
(lh/hen)











































