Setelah Tempe-Tahu, Giliran Harga Susu Kedelai Naik

Setelah Tempe-Tahu, Giliran Harga Susu Kedelai Naik

M. Afifi - detikFinance
Kamis, 26 Jul 2012 18:45 WIB
Setelah Tempe-Tahu, Giliran Harga Susu Kedelai Naik
Foto: Dok. detikFinance
Bantul - Melambungnya harga kedelai membuat pelaku usaha yang mengandalkan bahan baku kedelai berlomba-lomba menaikkan harga jual. Jika produsen tempe-tahu baru berencana menaikkan harga, produsen susu kedelai justru sudah menaikkan harga lebih dari satu minggu lalu.

Abu Fudhail (31), salah satu produsen susu kedelai yang tinggal di dusun Sawo, desa Tamanan Kecamatan Banguntapan Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta mengaku harus menaikkan harga karena melambungnya harga kedelai. Dari tiga macam susu kedelai yang diproduksi, dua di antaranya terpaksa ia naikkan Rp 500 per kemasan.

Soyafit, susu kedelai dengan campuran jahe yang dulu ia jual Rp 1.500 kini berharga Rp 2.000. Sementara Sari Kedelai Natural yang berisi sari kedelai murni naik menjadi Rp 1.500 dari Rp 1.000/kemasan. Hanya Nutrisoya, campuran sari kedelai dan kacang hijau yang tidak ia naikkan, atau tetap berharga Rp 2.000.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak berani menaikkan Nutrisoya. Meskipun labanya mepet, tapi kalau dinaikkan menjadi Rp 2.500 pasti susah lakunya", ujar Fudhail saat di temui detikFinance, Kamis (26/7/2012).

Dalam sehari, Abu Fudhail yang dibantu tiga karyawan biasanya mengolah sekitar 15 kg kedelai yang menghasilkan sekitar 900 kemasan susu kedelai ukuran 200 cc/kemasan. Susu kedelai dengan tiga macam rasa itu di jual oleh 13 sales yang berkeliling di kawasan Bantul, Kota Yogyakarta hingga Sleman.

"Kalau puasa begini, kita produksi siang dan sales keliling sore lepas ashar. Biasanya di perumahan-perumahan yang sudah menjadi langganan', terang Fudhail.

Lelaki perantau asal Sukadana Lampung Timur ini mengaku tidak berani mengurangi komposisi kedelai. Pasalnya, dikurangi sedikit saja akan sangat berpengaruh pada rasanya.

Saat ini satu-satunya jalan untuk mengakali naiknya harga kedelai hanyalah menaikkan harga jual susu. Tapi jika nantinya harga kedelai semakin melambung, Fudhail tak lagi punya pilihan selain mengurangi isi perkemasan.

"Mau bagaimana lagi. Kalau harga dinaikkan lagi, pasti terlihat sangat mahal dan tidak laku. Ya terpaksa isinya nanti kita kurangi sedikit kalau harga kedelai naik lagi", pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads