"Untuk Modal kita punya KUR (Kredit Usaha Rakyat), petani bisa menggunakan fasilitas itu dengan baik. Ada juga pinjaman yang diberikan bank seperti BRI, Bank Mandiri yang berbasis pada agunan dan non agunan," ungkap Menteri Pertanian Suswono kepada petani di Kawasan Lohbener, Indramayu, Sabtu (28/7/2012).
Pinjaman berbasis agunan terdiri dari dua sektor yaitu agunan biasa bagaimana petani bisa mndapatkan pinjaman 5 kali lipat dengan bunga 14. Lalu agunan penuh dengan bunga hanya 5%. Tetapi ada juga pinjaman yang tidak beragunan dan petani bisa mengambil itu kapan saja, yang totalnya bisa mencapai Rp 20-25 juta dengan bunga 21%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di samping masalah modal, masalah yang dikeluhkan petani adalah irigasi, hal ini ditanggapi serius oleh Suswono.
"Sebanyak 52% irigasi kita memang rusak, kita sudah anggarkan Rp 3 triliun dari Rp 21 triliun yang diajukan oleh Kementerian PU," paparnya.
Suswono menjelaskan, nanti sistem irigasi akan dibuat dengan sistem padat karya yaitu yang mengerjakan dan mengelola adalah petani.
"Irigasi sudah jelas apa yang nanti kita lakukan. Kita juga sedang mengupayakan untuk segera menghadirkan pompa-pompa air untuk mengairkan air ke sawah, tetapi nanti saya amanatkan ke Pemda," pungkas Suswono.
(dnl/dnl)











































