Harga Naik Rp 1.000, Tempe Kini Dijual Lebih Tipis

Harga Naik Rp 1.000, Tempe Kini Dijual Lebih Tipis

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 30 Jul 2012 11:37 WIB
Harga Naik Rp 1.000, Tempe Kini Dijual Lebih Tipis
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Setelah sempat menghilang di pasar akibat aksi mogok produsen, tempe-tahu mulai kembali dijual di pasar. Namun harganya naik Rp 1.000/bungkus dan ketebalan berkurang 10 milimeter.

Dari pantauan detikFinance di Pasar Pelita, Tanjung Priok, Jakarta, Senin (30/7/2012), kembalinya tempe di pasaran malah justru jadi 'buah simalakama'.

"Sekarang arga kedelai impor menjadi Rp 8.000/kg, penjualan sepi saat ini, turun 5%," kata Tulus, pedagang tempe di Pasar Pelita saat ditemui detikFinance, Senin (30/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tulus mengeluhkan harga kedelai yang mencapai Rp 8.000/kg. Padahal, tiga minggu sebelum puasa harga kedelai masih Rp 6.000/kg. Artinya kenaikan kedelai mencapai 30%.

"Serba salah, bagai buah si malakama kali ya, bingung. Nggak ada tempe banyak yang cari, ada tempe penjualan sepi, ditambah lagi bulan puasa penjual nasi uduk sedikit yang jualan, jadi tambah sepi yang beli ibu rumah tangga dan warung nasi saja sekarang," katanya.

Tulus dan pedagang lain di Pasar Pelita menjual tempe seharga Rp 5.000/bungkus atau naik Rp 1.000/bungkus. Penuturan para pedagang tempe di Pasar Pelita adalah ketebalan tempe berkurang 10 milimeter. Hal ini dilakukan dari perajin dengan alasan untuk memangkas biaya produksi yang selama ini besar dan mereka sering nombok.

"Saya berharap kedelai harganya turun seperti dulu ya maksimal harganya Rp 7.000/kg, jadi ongkos produksi bisa terjangkau dan kami bisa mendapatkan untung walaupun tidak terlalu banyak," pungkas Tulus yang merupakan pedagang tempe sekaligus menjadi perajin tempe di Kawasan Sungai Bambu Jakarta Utara.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads