Minat perusahaan yang bergerak di bidang perkeretaapian itu disampaikan kepada Badan Perizinan dan Penanaman Modal Daerah (BPPMD) Kaltim yang mewakili Pemprov Kaltim, saat berkunjung ke Chengdu, China, akhir pekan lalu.
"Setelah kita presentasikan potensi Kaltim, mereka berminat investasi di trase kereta api," kata Kepala BPPMD Yadi Sabianoor, kepada detikFinance di kantornya, Jl Basuki Rahmad, Samarinda, Rabu (1/8/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, investor China itu berminat untuk berinvestasi trase kereta api dari Kutai Barat menuju Wahau Kutai Timur, yang saat ini juga masih dalam pengkajian Gunung Bayan Resourses, perusahaan batubara di Kutai barat," ujar Yadi.
"Baru-baru ini, kita sudah kirimkan data dan informasi terkait rencana rel kereta api di wilayah tengah itu (Kutai Barat-Kutai Timur) sesuai kesepakatan," tambahnya.
Dijelaskan Yadi, selain trase rel kereta api, perusahaan China itu juga menyatakan minatnya untuk trase ruas tol Samarinda-Bontang dan Bontang menuju Sangatta serta Sangatta menuju Wahau.
"Seperti kita ketahui, ruas tol Balikpapan-Samarinda, dibangun menggunakan dana APBD Kaltim. Juga nanti ada investor Samsung Korea di dalamnya," terang Yadi.
"Dari pertemuan kita di akhir pekan lalu, mereka investor China, sangat serius untuk berinvestasi di trase kereta api dan ruas tol," tegas Yadi.
Dikatakannya keinginan serius investor China itu, disampaikannya setelah mengetahui ruas kereta api dan tol, masuk dalam rencana Bappenas serta rel perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
"Ini masih langkah awal, belum diketahui berapa nilai investasi yang akan ditanamkannya di Kaltim," tegas
Sekadar diketahui, enam provinsi yaitu Kaltim, Jatim, Sumbar, Sulbar, NTB dan Sumut bersama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melakukan promosi potensi bisnis ke dalam bentuk Trade, Tourism and Investment (TTI) di Chengdu, China, akhir pekan lalu. Masing-masing daerah menggelar presentasinya untuk menarik minat investor setempat.
(hen/hen)











































