Cerita Pemprov DKI Soal Terbengkalainya Proyek Monorel

Cerita Pemprov DKI Soal Terbengkalainya Proyek Monorel

Zulfi Suhendra - detikFinance
Rabu, 15 Agu 2012 14:12 WIB
Cerita Pemprov DKI Soal Terbengkalainya Proyek Monorel
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Sudah bertahun-tahun, proyek monorel yang diusung oleh PT Jakarta Monorel terhenti karena diputus kontraknya, dan hanya tersisa tiang-tiang pancang. Apa penyebabnya?

Kadishub Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono mengungkapkan, terbengkalainya proyek monorel di Jakarta disebabkan oleh keterbatasan dana yang dimiliki Jakarta Monorel.

"Pada pelaksanaan swasta itu failed (gagal) karena tidak mendapatkan dananya. Itu salah mereka sendiri kenapa nggak dapat," ungkap Pristono kepada detikFinance saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/8/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh karena itu, kontrak yang didapat oleh Jakarta Monorel telah diputus oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Sekarang ini berhenti, diputus dulu kontraknya,"

Bagaimana nasibnya sekarang? Seperti diketahui, PT Adhi Karya Tbk berniat melanjutkan pembangunan proyek monorel Jakarta. BUMN ini mengaku membutuhkan dana segar Rp 3,725 triliun. Namun Adhi Karya belum menyampaikan niatnya ke Pemprov DKI karena menunggu Pilkada usai.

Pihak Pemprov sendiri lebih memilih Elevated Bus Rapid Transit (BRT) atau bus layang dibanding monorel karena alasan efisiensi.

Pembangunan monorel rencananya jika disetujui oleh Pemprov DKI Jakarta, akan mulai 2013 dan pada 2015 sudah mulai beroperasi.

Berikut ini usulan rute baru monorel dari Adhi Karya:
Tanah Abang-Thammrin City-Grand Indonesia-Dukuh Atas (Ketemu MRT)-Four Seasons Hotel-Taman Rasuna Said-casablanca-Menara Kadin-Mega Kuningan-Ciputra World-Sampoerna Strategic-Semanggi-SCBD-Ratu Plaza-Senayan.

(zlf/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads