Hatta: Proyek MRT Bukan Barang Baru

Hatta: Proyek MRT Bukan Barang Baru

Wiji Nurhayat - detikFinance
Kamis, 23 Agu 2012 11:02 WIB
Hatta: Proyek MRT Bukan Barang Baru
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan bahwa proyek Mass Rapid Transit (MRT) bukan barang baru baginya. Proyek ini sudah disiapkan sejak lama melalui pendanaan pinjaman dari Japan International Cooperation Agency (JICA).

"MRT itu sudah lama, sudah lebih dari 10 tahun dana bantuan dari Jepang dan itu bukan barang baru sudah lama dana pinjaman itu ada," kata Hatta usai halal bihalal dengan jajaran Kementeriannya di Gedung Kemenko, Kamis (23/08/12).

Rencananya tahun 2013 sudah disiapkan anggaran tambahan untuk proyek tersebut sebesar Rp 3,1 Triliun oleh pihak JICA. Alokasi dana pinjaman itu sudah masuk dalam nota keuangan tahun depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam nota keuangan itu merinci soal pelaksanaan konstruksi fisik program MRT terdiri dari 3 tahap, kontruksi fisik MRT tahap I dimulai 2012. "Sebelum saya menjadi menteri perhubungan sudah masuk dalam skema kita sebagai sesuatu yang dibiayai Jepang. Jadi bukan barang baru," tutupnya.

Sebelumnya dana pinjaman sebesar Rp 1,2 triliun dari JICA untuk proyek MRT Jakarta sudah disiapkan untuk tahun ini. Sementara itu anggaran yang disediakan pemerintah pusat di 2011 lewat APBN Rp 500 milliar ternyata serapannya sangat minim hanya Rp 7 miliar pada waktu itu.

Selama ini payung hukum soal proyek MRT antaralain Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pendirian PT MRT Jakarta dan Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyertaan Modal ke PT MRT Jakarta. Dalam aturan itu operator MRT adalah PT MRT Jakarta yang berfungsi sebagai pihak yang membangun, mengoperasikan, dan memelihara MRT.

Selain itu ada Perda No.4 Tahun 2008 mengatur penggunaan permodalan yang dipinjamkan JICA, yaitu menerima setoran modal dari Pemprov DKI sebesar 42% dari total pinjaman dari JICA, dan pinjaman pemerintah pusat 58% dari total pinjaman yang diteruskan ke Pemprov DKI lalu oleh Pemprov DKI ke PT MRT.

Total dana yang dibutuhkan untuk proyek MRT tahap I sebesar Rp 15 triliun. Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2% dan 0,4% dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.

Jaringan MRT Jakarta ada dua, antaralain koridor satu Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Koridor dua dengan jalur Timur ke Barat, mulai dari Balaraja hingga Cikarang.

Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI diantaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads